Kabarreskrim.net // BUNGO
Ratusan guru paruh waktu/honorer dan Tenaga Kependidikan (Tendik) di Kabupaten Bungo meradang. Mereka menuntut hak berupa gaji atau tunjangan yang belum dibayarkan selama kurang lebih lima bulan terakhir. Keluhan ini mengemuka setelah adanya perbedaan perlakuan dalam pencairan dana, di mana tenaga pengajar berstatus honor kontrak daerah sudah menerima haknya, sementara mereka yang berstatus honor komite justru belum mendapat apa-apa.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sudah menunggu hampir lima bulan, namun haknya belum juga cair. Hal yang membuatnya dan rekan-rekannya bertanya-tanya adalah adanya ketimpangan yang nyata.
“Aneh sekali rasanya. Honor kontrak dari daerah dibayar lancar, sementara kami yang berstatus honor komite belum dibayar sama sekali selama 5 bulan. Padahal kami sama-sama mengabdi, sama-sama bekerja demi pendidikan di Bungo. Kami sangat berharap Bupati Bungo bisa memberikan titik terang, segera mencairkan hak kami yang sudah tertunda ini,” keluhnya.
Menyikapi persoalan yang makin memanas, beberapa hari lalu sejumlah perwakilan guru dan tendik sudah menemui Wakil Bupati Bungo di ruang kerjanya. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kepastian yang jelas dan konkret. Karena merasa belum ada kejelasan, para guru kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan untuk bertemu Kepala Dinas guna menagih kepastian jadwal pencairan.
Saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat memberikan tanggapan bijak namun belum bisa memberikan tanggal pasti pencairan.
“Insya Allah akan kami upayakan pak, dengan semaksimal mungkin kami usahakan,” ujar Wakil Bupati singkat saat dimintai keterangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ir.Hj.Annalukita,M.M Pendidikan Kabupaten Bungo saat dikonfirmasi lewat ponsel menyebutkan bahwa dirinya sedang berada di luar kota, tepatnya di Jambi. Ia meminta awak media menanyakan langsung kepada Sekretaris Dinas untuk mendapatkan penjelasan.
“Kalau boleh ke Sekdis aja dulu pak, saya lagi di Jambi, sedang ada urusan dinas ke luar kota,” ucapnya.
Namun saat Sekretaris Dinas Pendidikan Nasrun S. Pd dikonfirmasi, ia justru menyarankan agar pertanyaan disampaikan kembali kepada Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran (PA). Menurutnya, persoalan ini sangat rumit dan menyangkut teknis anggaran yang tidak bisa ia jelaskan sembarangan.
“Sebaiknya konfirmasi langsung dengan Bu Kadis selaku pengguna anggaran (PA). Langsung saja sama beliau, karena dia yang memegang kewenangan anggaran. Kalau saya susah menjelaskannya, masalah ini rumit dan jelimet. Nanti saya malah salah bicara atau salah menjelaskan, jadi lebih baik langsung ke Kadis saja,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, nasib ratusan guru dan tendik honor komite Kabupaten Bungo masih belum jelas. Mereka terus menunggu janji pemerintah daerah, berharap hak yang menjadi nafkah keluarga tersebut segera cair tanpa harus menunggu lebih lama lagi. Para guru menegaskan, mereka akan terus berjuang dan menagih haknya sampai ada kepastian hitam di atas putih dari pemerintah daerah.
(Rp)









