Kabarreskrim.net // BUNGO
Kabupaten Bungo kini menghadapi ancaman beruntun akibat maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kerusakan lingkungan yang parah tidak hanya memicu krisis air bersih dan bencana alam, tetapi kini juga mengancam keselamatan infrastruktur vital. Terbaru, sebuah jembatan di wilayah Kecamatan Pelepat dikabarkan nyaris putus, dan kerusakan ini diduga kuat terjadi akibat dampak aktivitas PETI yang merajalela di sungai tersebut.
Keuntungan besar dari aktivitas ilegal ini hanya dinikmati segelintir orang, namun kerusakan jangka panjangnya harus ditanggung oleh seluruh masyarakat. Sungai-sungai utama seperti Batang Bungo dan Batang Tebo yang menjadi tumpuan hidup ribuan warga kini tercemar berat. Kualitas air berbau menyengat, keruh, dan mengandung logam berat berbahaya seperti merkuri, membuat proses pengolahan air menjadi sangat sulit dan memicu krisis air bersih.
Kerusakan fisik sungai akibat penggalian liar telah mengubah bentuk alur sungai secara drastis, menjadi dangkal dan tidak beraturan. Hal ini membuat wilayah tersebut rawan banjir setiap kali hujan turun dan tebing sungai menjadi tidak stabil serta mudah longsor. Dampak yang sangat mengkhawatirkan kini menimpa infrastruktur jembatan di Kecamatan Pelepat. Struktur jembatan tersebut nyaris putus karena fondasinya terkikis habis dan tebing penyangganya longsor. Warga setempat meyakini hal ini terjadi karena perubahan arus sungai dan penggalian di sekitar tiang penyangga akibat aktivitas PETI yang tidak terkendali.
Selain ancaman terhadap infrastruktur, dampak kesehatan sudah terasa nyata di tengah masyarakat. Warga menderita penyakit kulit, keracunan kronis akibat paparan merkuri, hingga gangguan fungsi ginjal dan organ dalam lainnya. Ekosistem sungai mati suri; ikan dan biota air mati, tanaman air rusak, dan lubuk larangan tempat ikan berkembang biak pun hilang. Hal ini menyebabkan kepunahan satwa ikan dan menghilangkan sumber pangan bagi warga.
Ironisnya, para pemain PETI diduga sangat paham seluk-beluk hukum sehingga mampu bergerak lincah menghindari jeratan hukum. Hal ini membuat penindakan aparat terasa tumpul dan tidak efektif. Baru-baru ini, alat berat yang digunakan untuk tambang ilegal kembali dilepas begitu saja tanpa alasan yang jelas, padahal kejadian serupa sudah sering terjadi sebelumnya.
Melihat ketidakberdayaan aparat, memuncratnya krisis air bersih, meningkatnya ancaman bencana alam, serta ancaman kerusakan infrastruktur seperti jembatan yang nyaris putus, warga akhirnya mengambil tindakan tegas. Baru-baru ini, masyarakat turun langsung ke lapangan untuk menghalau aktivitas PETI karena sudah tidak percaya lagi pada kinerja aparat penegak hukum.
Warga menyampaikan seruan keras kepada Presiden, Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri terkait untuk melihat langsung kondisi nyata di Bungo. Mereka meminta solusi nyata sebelum sungai-sungai benar-benar mati, bencana alam meluluhlantakkan daerah, dan infrastruktur publik runtuh.
(Rp)









