Gempar 1,6 Milyar Dana Desa Air Gemuruh Uang Hilang Jalan Masih Becek Parah 

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Jambi

Desa Air Gemuruh bergemuruh bukan karena air sungainya deras, melainkan karena amarah warga dan pertanyaan besar yang menggantung: Ke mana perginya uang 1,6 Miliar Rupiah uang negara?

Data resmi Kementerian Keuangan tak bisa dibohongi. Selama dua tahun berturut-turut, aliran dana segar mengalir deras ke kas Desa Air Gemuruh:

Tahun 2024: Rp 794.821.000

Tahun 2025: Rp 826.515.000

TOTAL: Rp 1.621.336.000 (Lebih 1,6 MILIAR RUPIAH!)

Angka fantastis yang seharusnya mengubah Air Gemuruh jadi desa makmur. Aspal mulus membelah desa, irigasi subur mengalir, jembatan kokoh berdiri. Tapi, apa kenyataannya?

Keluarkan kaki dari kendaraan di jalan utama desa, dan kamu akan langsung tahu jawabannya: Tanah merah, debu mengepul saat kemarau, kubangan lumpur menelan ban saat hujan. Jalan rusak parah, saluran air mampet, sungai dirusak tambang liar. Wajah desa tetap sama persis seperti bertahun lalu, bahkan makin buruk.

“Pak, uang 1,6 Miliar itu nilainya bukan main. Bisa buat aspal jalan 5 KM, bangun 10 jembatan, atau biayai ratusan UMKM. Tapi di sini, hasilnya NOL BESAR. Ini bukan pembangunan, ini PERAMPASAN uang rakyat,” ujar salah satu aktivis pengawas anggaran dengan nada bergetar.

Ini dosa terbesar yang terbukti hitam di atas putih. Aturan Dana Desa sangat jelas: 70% untuk bangun fisik & ekonomi warga, maksimal 30% untuk biaya operasional.

Di Air Gemuruh, aturan ini DIJADIKAN KAIN LAP. Pemdes malah pakai rumus terbalik:

72,4% (Rp 1,17 MILIAR!) HABIS BUAT: Rapat berbulan-bulan, Festival Adat 7 kali setahun, Pembinaan Adat 4 kali, Pelatihan Perangkat Desa berkali-kali, belanja seremonial, makan-makan, dan kegiatan yang tak terasa manfaatnya oleh warga.

13,1% (Rp 212 Juta) ALIR KE FISIK: Itu pun minim! Perbaikan jalan cuma Rp 13,7 Juta, sumur resapan Rp 20 Juta.

JEMBATAN? DRAINASE? IRIGASI? = RP 0, NOL, KOSONG TAK BERNYawa!

“Mereka pintar bermain kata. Nama kegiatan diganti-ganti: ada ‘Peningkatan Kapasitas’, ‘Pembinaan Mental’, ‘Sosialisasi’, tapi isinya cuma satu: Kumpul, Makan, Pulang. Uang ludes,” ungkap sumber yang minta dirahasiakan

Permainan pola curang sistematis yang paling rapi TEKNIK PEMECAHAN ANGGARAN.

Satu jenis pekerjaan yang sama persis, dipecah belah jadi puluhan pos anggaran beda nama supaya uangnya jadi besar.

Contoh nyata pelatihan Perangkat Desa (harusnya cukup 1x/tahun) → dipecah jadi: Pelatihan Teknis, Pembinaan Disiplin, Evaluasi Kinerja, Workshop, Sosialisasi Peraturan, Pembinaan Keagamaan → dimasukkan ke pos Dana Desa, ADD, dan Bagi Hasil Pajak. Hasilnya? 6-8 kali pelaksanaan, uang yang disedot ratusan juta rupiah!

Di atas kertas? SAH 100%. Ada SK, ada daftar hadir, ada foto.

Di lapangan? BOHONG BESAR! Warga menjawab serempak: “Tidak tahu ada acara”, “Tidak pernah diundang”, “Fotonya itu-itu saja orangnya”. Ini definisi asli KEGIATAN FIKTIF / SEMU: Ada tulisan, ada uang keluar, tapi KEGIATANNYA TIDAK PERNAH TERJADI

(Rp)

Pos terkait

banner 728x90