Kabareskrim.net // BUNGO
Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menetapkan status tanggap darurat atas bencana banjir dan tanah longsor yang meluas ke sejumlah kecamatan akibat meluapnya aliran sungai, Kamis (14/5/2026). Langkah ini diambil setelah debit air di wilayah hilir mengalami kenaikan signifikan, meskipun kondisi di daerah hulu mulai berangsur surut pasca hujan lebat yang terjadi sehari sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, di Kantor Kesbangpol Kabupaten Bungo. Pertemuan ini dihadiri unsur pimpinan perangkat daerah, jajaran Polres Bungo, Kodim 0416/Bute, perwakilan PLN, serta para Camat dari wilayah terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun, bencana telah merambah ke 11 kecamatan, meliputi Tanah Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Limbur Lubuk Mengkuang, Pelepat Ilir, Rantau Pandan, Muko-Muko Bathin VII, Bathin II Pelayang, Bungo Dani, Bathin III, Bathin III Babeko, hingga Pasar Muara Bungo. Dampak yang ditimbulkan cukup serius, mulai dari tergenangnya permukiman warga, terputusnya akses jalan, kerusakan rumah dan fasilitas umum, hingga jatuhnya korban jiwa. Hingga saat ini, tercatat dua warga meninggal dunia akibat musibah tersebut.
Wakil Bupati Bungo memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat dan terpadu. “Kita pastikan keselamatan warga adalah prioritas utama. Seluruh jajaran diminta turun ke lokasi, mendirikan posko, dan membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar warga yang terpaksa mengungsi,” tegasnya.
Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama gabungan unsur TNI, Polri, dan BPBD telah melakukan evakuasi warga di titik-titik terisolir dengan menggunakan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya. Alat berat juga telah dikerahkan untuk membersihkan tumpukan material longsor yang menghalangi akses jalan.
Selain penanganan dampak langsung, pemerintah juga menyoroti aspek keamanan infrastruktur kelistrikan. Terkait laporan tiang listrik yang roboh akibat longsor di wilayah Tanah Bekali, PLN Kabupaten Bungo diminta segera melakukan perbaikan jaringan demi mencegah risiko bahaya bagi warga sekitar serta memulihkan pasokan listrik.
Sementara itu, kebutuhan mendesak yang saat ini paling diperlukan di lokasi bencana meliputi tambahan perahu evakuasi, ketersediaan makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta tenaga kerja untuk pembersihan lingkungan dan fasilitas umum yang rusak. Pemerintah juga tengah melakukan pendataan rinci lanjutan untuk memetakan jumlah kerusakan rumah dan infrastruktur secara akurat guna perencanaan bantuan pemulihan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi bencana terpantau aman dan kondusif. Sinergi antarinstansi terus diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pemulihan kondisi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.
(Rp)









