Langkanya Gas Elpiji 3 Kg di Desa Rantau Api Kecamatan Tengah Hilir Tebo Jambi Harga Melonjak Hingga Rp40.000 Ribu

banner 728x90

Kabarreskrim.Net //Tebo- Net-26-03-2026.

Kelangkaan Gas Elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi di Desa rantau Api simpang niam,kecamatan tengah ilir kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena sulitnya mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Sala satu warga masyarakat rantau api,
Menyampaikan ke awak media tentang keberadaan kantor atau agen PT SULTHAN ENERGI TEBO jl: lintas Tebo Jambi ,desa rantau api kecamatan tengah ilir kab Tebo Jambi ,
Bahwa kami warga desa rantau api tidak pernah mendapat gas dari kantor terbut

Dan juga beliau menjelaskan kepada awak media kami masyarakat desa rantau api ini,tidak pernah di kasih sama petugas agen elpiji yang di desa kami ini dengan alasan gas yang ada ditempat kami ini bukan untuk masyarakat rantau api sebut petugas agen.

Masyarakat: dan juga perlu saya sampaikan sama bapak media
Setau kami, ada dua pangkalan elpiji di lintas rantau api Jambi ini,
Tapi bukan atas nama masyarakat desa rantau api melainkan atas nama masyarakat luar desa kami ini tuturnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, salah satu pengecer di Jalan lintas rantau api Jambi,kecamatan tengah ilir kabupaten tebo Tengah, menjual Gas Elpiji 3 Kg dengan harga mencapai Rp35.000 sampai 40 000 per tabung.Harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Akibat kelangkaan ini, warga terpaksa membeli gas dengan harga tinggi demi memenuhi kebutuhan memasak.

Sebagian masyarakat bahkan harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan tabung gas melon tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, pak Amiska Harahap selaku sekretaris Lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan Hidup, meminta dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas.

“Kami meminta dinas terkait untuk segera menertibkan para pedagang atau pengecer yang dengan sengaja memanfaatkan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg demi keuntungan pribadi.

Gas ini merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” tegas pak Amiska harahap.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar penyaluran Gas Elpiji 3 Kg tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Pak Amiska sebagai sekretaris LSM peduli lingkungan hidup,dan masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pelanggaran, agar kelangkaan dan lonjakan harga tidak terus merugikan masyarakat.

( Tigor )

Pos terkait

banner 728x90