PETI di Bungo Menggila & Makin Banyak Kerusakan Alam Merajalela Satgas Dituding Tebang Pilih & Pembiaran

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Bungo

Kondisi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo kini semakin memprihatinkan dan tak terkendali. Jumlah lokasi tambang liar justru semakin bertambah dan menyebar ke berbagai wilayah, sementara kerusakan lingkungan sudah terjadi di mana-mana dan sulit dipulihkan.

Ironisnya, situasi ini berlangsung di tengah keberadaan Satuan Tugas (Satgas) PETI yang seharusnya bertugas menertibkan. Namun di mata masyarakat dan pengamat, kinerja tim tersebut justru terkesan tebang pilih dan membiarkan praktik ilegal ini terus berjalan.

Kerusakan Alam Sudah Parah

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, hampir seluruh aliran sungai utama seperti Batang Bungo, Batang Tebo, hingga Batang Pelepat kini berubah warna menjadi keruh pekat dan berlumpur. Tebing-tebing sungai tergerus parah akibat pengerukan masif menggunakan alat berat besar, termasuk jenis Excavator merk SANY dan lainnya yang beroperasi secara terbuka siang dan malam.

Tidak hanya air yang tercemar diduga oleh bahan kimia berbahaya seperti merkuri, aliran sungai juga menjadi dangkal dan menyempit. Hal ini meningkatkan risiko banjir saat musim hujan dan mengancam keselamatan warga serta lahan pertanian.

Satgas Dituding Tidak Tegas & Tebang Pilih

Masyarakat menilai, upaya penindakan yang dilakukan selama ini terlihat tidak konsisten dan penuh kejanggalan. Seringkali hanya alat-alat kecil atau pelaku kecil yang ditindak dan disita, sementara kelompok besar yang memiliki modal kuat dan menggunakan alat berat justru “kebal hukum” dan terus beroperasi tanpa gangguan.

“Kalau mau serius, harusnya semua ditindak tanpa pandang bulu. Kenapa yang pakai alat berat besar dibiarkan? Ini namanya tebang pilih dan pembiaran,” tegas salah satu tokoh masyarakat, Kamis (23/4).

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya “main mata” atau kesepakatan tertentu yang membuat penegakan hukum menjadi tumpul. Akibatnya, janji “Zero PETI” yang pernah digaungkan kini tinggal wacana belaka, sementara kerugian negara dan kerusakan alam terus bertambah setiap hari.

(Rp)

Pos terkait

banner 728x90