Kabarreskrim.net//Rantau Pandan
Hingga pemantauan awak media pada 6 oktober 2026, pengerjaan program revitalisasi satuan pendidikan di TK Pertiwi, Jalan Air Terjun, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, masih menunjukkan banyak ketidakberesan dan belum menunjukkan perbaikan berarti. Padahal proyek ini bersumber dari program strategis pemerintah dengan total dana mencapai Rp433.671.000.
Sejak awal pengerjaan, kualitas pekerjaan di sekolah ini sudah dipertanyakan. Pemasangan keramik teras menggunakan semen yang sangat tipis, kusen pintu dan jendela terbuat dari kayu berkualitas rendah, plesteran dikerjakan secara sembarangan, hingga rangka atap baja ringan yang tidak bermerek atau diduga palsu. Kepala tukang di lokasi pun mengakui kusen ukuran tidak pas sehingga plesteran terlihat menonjol keluar. Pekerjaan justru dikerjakan dengan sistem upah harian: tukang Rp250.000/hari, tukang biasa Rp200.000/hari, dan pembantu tukang Rp150.000/hari yang dinilai tidak standar untuk proyek pembangunan pemerintah.
Kini, hampir sebulan setelah pemberitaan pertama kali dimuat, kusen pintu dan jendela yang bermasalah ternyata belum juga diganti. Pengerjaan masih berjalan dengan kualitas yang sama buruknya semen tipis masih digunakan untuk memasang keramik teras, tanpa ada perbaikan sesuai standar.
Saat dikonfirmasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo Ir Hj. Annalukita.M.M. menyatakan akan segera mengecek langsung ke lokasi. Namun pengakuan tukang yang berada di lokasi membantah hal tersebut: “Sampai saat ini belum ada pihak terkait yang turun langsung ke sini untuk meninjau atau memberikan arahan apa pun.”
Padahal, program revitalisasi satuan pendidikan ini merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, sekaligus bagian dari program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Tugas utama Dinas Pendidikan antara lain melakukan pemantauan, pengawasan, serta memastikan pekerjaan fisik di lapangan sesuai dengan spesifikasi dan aturan yang berlaku. Namun kenyataannya, pengawasan tampaknya baru muncul setelah masalah ini diangkat ke permukaan oleh media.
Awak media juga mencoba menghubungi Wakil Bupati ,Try Wahyu Hidayat Bungo melalui telepon seluler untuk menanyakan apakah telah dilakukan peninjauan langsung maupun penerbitan teguran tertulis kepada pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban yang diterima.
Publik pun kini bertanya-tanya,berapa lama lagi warga harus menunggu agar ratusan juta rupiah dana pemerintah ini dikelola secara benar dan menghasilkan bangunan yang layak untuk anak-anak didik di TK Pertiwi Rantau Pandan?(Resman)









