Kabareskrim.net // Bungi
PETI Viral Datuk Rio (kades) tak berkutik, warga dapat jatah mendulang, Alat Berat Besi Baja semakin gencar mengupas lahan lahan yang tadinya asri, nuansa yang alami berubah menjadi area penuh kubangan tanah bagaikan kolam kolam yang siap menelan korban.
Desa Aur Cino yang dulunya memiliki pemandangan yang hijau dan alami namun sekarang mulai nampak tanah tanah merah yang dikeruk dan berlumpur, pemdus tak berdaya untuk menghentikan aktifitas peti tersebut karena sebagian masyarakatnya ikut mendulang dan bekerja di area penambangan emas tersebut.
Sementara pemilik modal dengan leluasa menguasai lahan milik warga dengan membeli ataupun menyewa nya tanpa memperhatikan lagi resiko kerusakan alam dan berpotensi menimbulkan bencana yang di buat sendiri oleh tangan tangan manusia yang serakah.
Terpantau dari sumber yang dipercaya datuk rio aur cino mengatakan saat ini ada 17 unit alat exavator yang bekerja dan mengarah dekat perbatasan antara Dusun Sekampil dengan Dusun Aur Cino semua di wilayah Dusun Aur Cino.
“Mereka masuk dari belakang dusun yang tidak terpantau dengan kami selaku pemerintah desa, kami sudah menghimbau kepada warga agar tidak menyewakan atau menjual lahan mereka kepada pelaku peti, tapi ternyata mereka tidak mengindahkan himbauan dari kami hingga aktifitas peti tidak terhindarkan lagi dan saat ini sudah mencapai 17 unit yang bekerja, bahkan warga pun dapat bahagian untuk bisa mendulang”. Ungkap datuk rio saleh.
“Ini menjadi dilema bagi kami pemerintah dusun karena bukan saja orang luar yang menambang tapi juga masyarakat kami ikutan imbas nya untuk bisa mendulang”. Ucap datuk rio lirih.
Pemuda juga mendapatkan penghasilan dari pemilik peti karena bisa bekerja, dan sebagian hasil mereka, ada juga yang di sumbangkan ke mesjid. tentu ini menjadi buah simalakama bagi pemdus sehingga tak banyak bisa berbuat dan bertindak lebih jauh.
Semua sudah tersistem dengan rapi masyarakat juga sudah terdoktrin dengan penghasilan yang menggiurkan, sementara pemdus (kepala desa) di ikat dengan sumpah jabatan jika adanya pembiaran atau sebagai pelaku terhadap aktifitas peti.
Datuk rio mengakui tak pernah menerima setoran atau pun upeti dari pelaku peti seperti yang di isukan saat ini bahwa saya telah menerima sejumlah setoran dari alat exavator yang masuk ke wilayah dusun Aur Cino.
“Saya tak ada menerima upeti dari mereka bahkan saya tak pernah jumpa denga pemilik alat dan mereka masuk wilayah dusun ini menyelonong saja tanpa izin lagi dengan kami selaku pemeritah dusun Aur Cino”. Tutup Datuk Rio Saleh.
Diminta kepada bapak Bupati Bungo untuk bisa memberikan solusi dalam megatasi aktifitas peti ini agar kedepannya bisa atasi apakah harus dibuka Wilayah Pertambangan Rakyat serta Izin Pertambangan Rakyat agar ada pertanggung jawaban Reklamasi dan resiko bencana pun dapat di antisipasi dengan adanya reklamasi.
(Resman pane)









