Kabarreskrim.net // Melawi
Lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah /APBD kembali disorot. Salah satunya pekerjaan jalan rabat beton di jalan gang Adimanto, jalan Tambun dusun tanah tinggi dan jalan gang manggis desa Desa Tanjung Niaga kecamatan Nanga Pinoh yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis karena mengurangi material jenis batu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, campuran rabat beton terlihat lebih banyak didominasi pasir dan semen. Penggunaan batu pecah atau split sebagai material utama justru sangat minim, padahal dalam bestek seharusnya komposisi batu menjadi penentu kekuatan jalan.
“Proyek senilai Rp hampir 200 juta tersebut dikerjakan oleh CV.BELVI ABADI dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender. Meski papan proyek terpasang, warga mengaku jarang melihat pengawas dari dinas terkait maupun konsultan pengawas datang ke lokasi.
Salah seorang warga setempat,, yang namanya tidak mau di publikasi membenarkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menegur pelaksana. “Kami sudah sampaikan ke mandornya, kenapa batunya sedikit sekali. Jawabannya selalu ‘sudah sesuai RAB’. Tapi hasil di lapangan bicara lain,” tegasnya.
Lemahnya pengawasan ini dikhawatirkan berdampak pada umur jalan. Rabat beton yang tidak sesuai mutu berpotensi cepat rusak, apalagi jika dilintasi kendaraan angkutan material bangunan yang menjadi aktivitas harian warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Melawi belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi. Sementara pihak pelaksana proyek belum bisa ditemui di lokasi pekerjaan.
Aktivis dari LSM TINDAK M RIDWAN SAIDI,, mendesak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum turun tangan. “Kalau pengawasan lemah, celah untuk mengurangi volume dan mutu material terbuka lebar. Ujungnya yang rugi masyarakat, karena jalan cepat hancur padahal pakai uang rakyat,” ujar Ridwan Saidi
ridwan Saidi berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan setiap proyek APBD, mulai dari tahap pelaksanaan hingga serah terima. Mereka juga meminta dilakukan uji mutu beton di laboratorium independen untuk memastikan kualitas pekerjaan tersebut
(Joni Julianto)









