Komitmen Integritas Notaris Probolinggo

banner 728x90

Kabareskrim.net //PROBOLINGGO

Menjaga marwah profesi hukum di tengah dinamika zaman menjadi tantangan tersendiri bagi para pejabat umum. Dalam semangat mempererat silaturahmi sekaligus menjalankan agenda organisasi, Pengurus Daerah (Pengda) Kota Probolinggo Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar pertemuan strategis yang sarat dengan pesan moral dan profesionalisme.

Acara yang berlangsung khidmat ini menggabungkan dua agenda utama, yakni Rapat Anggota Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum (Ketum) INI dan Dewan Kehormatan Pusat (DKP), serta dirangkaikan dengan momen Halal Bihalal bagi seluruh Notaris di wilayah Probolinggo. Suasana kekeluargaan menyelimuti pertemuan yang menjadi wadah konsolidasi internal ini.

Sebagai garda terdepan dalam pelayanan hukum kepada masyarakat, Notaris dituntut untuk tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga teguh secara moral. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam agenda penjaringan kepemimpinan organisasi tingkat pusat yang dilakukan oleh anggota di tingkat daerah.

Ketua Pengda Probolinggo INI, Rachmawati Utami, SH., M.Kn, dalam sambutannya menekankan bahwa integritas adalah harga mati bagi setiap pemegang jabatan. Beliau mengingatkan bahwa akta yang dibuat oleh Notaris memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna, sehingga kejujuran sang pejabat menjadi fondasi utamanya.

Menurut Rachmawati, setiap Notaris harus menjalankan jabatannya dengan dedikasi tinggi guna menjaga kepercayaan publik yang selama ini telah terbangun. Kepercayaan masyarakat merupakan aset paling berharga yang harus dipelihara melalui praktik kerja yang bersih dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Sejalan dengan hal tersebut, aspek pengawasan internal juga menjadi poin krusial dalam pertemuan ini. Kehadiran Dewan Kehormatan Daerah (DKD) menjadi pengingat bahwa setiap langkah profesional Notaris selalu bersinggungan dengan rambu-rambu etika yang telah ditetapkan oleh organisasi.

Ketua DKD Pengda Probolinggo INI, Taufiq Hidayat, SH., M.Kn, dalam arahannya memberikan penekanan khusus mengenai kepatuhan terhadap Kode Etik. Beliau menyatakan bahwa integritas seorang Notaris juga tercermin dari sejauh mana mereka menghormati kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat oleh organisasi.

Salah satu poin penting yang disoroti oleh Taufiq adalah kepatuhan terhadap Keputusan Organisasi mengenai honorarium. Aturan ini bukan sekadar urusan administratif keuangan, melainkan instrumen penting untuk menjaga martabat profesi agar tidak terperosok ke dalam persaingan yang tidak sehat.

Beliau menegaskan bahwa seluruh anggota Pengda INI Probolinggo wajib menghindari praktik “perang tarif”. Dengan menaati standar honorarium yang telah ditetapkan, maka nilai jasa hukum yang diberikan oleh Notaris akan tetap dihargai secara layak dan proporsional oleh masyarakat.

Taufiq juga menambahkan bahwa tujuan utama dari penyeragaman standar biaya ini adalah agar para Notaris di Probolinggo tetap bisa hidup guyub dan rukun. Tanpa adanya gesekan kepentingan terkait tarif, iklim kerja antar rekan sejawat akan terasa lebih harmonis dan saling mendukung satu sama lain.

Kepatuhan terhadap keputusan organisasi merupakan cerminan dari kematangan seorang profesional dalam berorganisasi. Solidaritas yang kuat antar anggota diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan bagi profesi Notaris dalam menghadapi tantangan eksternal yang semakin kompleks ke depannya.

Diskusi dalam rapat penjaringan ini pun berlangsung dinamis, di mana para anggota memberikan masukan-masukan konstruktif untuk masa depan kepemimpinan INI. Semangat yang diusung tetap sama, yakni mencari pemimpin yang mampu membawa organisasi menuju arah yang lebih baik dan lebih terlindungi secara hukum.

Pertemuan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah yang memperkuat ikatan emosional antar anggota di wilayah Probolinggo. Melalui acara ini, diharapkan pesan tentang pentingnya integritas dan ketaatan pada kode etik dapat terinternalisasi dengan baik dalam tugas keseharian para Notaris.

(Fredo)

Pos terkait

banner 728x90