SURIAN SOLOK,//KABARESKRIM NET
Hamparan persawahan di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, mulai menunjukkan harapan baru. Tanaman padi tahun ini terlihat lebih subur dan menghijau dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Namun di balik hijaunya persawahan tersebut, masih tersimpan keresahan para petani. Mereka mengaku telah menghadapi persoalan penyakit kuning dan serangan tikus yang menyebabkan hasil panen menurun, bahkan sebagian petani mengalami gagal panen selama kurang lebih tiga tahun berturut-turut.
Muklis, salah seorang petani di Surian, menyampaikan kekecewaannya karena persoalan yang berulang tersebut menurutnya belum mendapatkan pendampingan yang maksimal di lapangan.
“Kami sangat menyayangkan sudah beberapa tahun petani mengalami gagal panen akibat penyakit dan serangan tikus. Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Solok, jangan hanya melihat dari laporan di atas kertas. Datanglah ke sawah, lihat langsung kondisi petani,” ujar Muklis.
Menurutnya, keberadaan penyuluh pertanian sangat dibutuhkan petani, terutama ketika muncul serangan penyakit tanaman dan hama. Petani membutuhkan arahan mengenai cara pengendalian penyakit, penggunaan pupuk yang tepat, pengendalian hama tikus, hingga pola tanam yang dapat membantu meningkatkan produksi.
“Kalau petani dibiarkan menghadapi sendiri penyakit tanaman dan hama, bagaimana kami bisa meningkatkan hasil padi? Kami bukan tidak mau belajar. Kami justru berharap ada penyuluh yang benar-benar turun mendampingi,” katanya dengan nada kecewa.
Jangan Biarkan Petani Berjuang Sendiri
Muklis berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Solok dan jajaran penyuluh pertanian dapat lebih aktif turun langsung ke kawasan persawahan Surian.
Ia menilai pendampingan tidak cukup hanya dilakukan melalui pertemuan atau laporan administrasi. Kondisi tanaman harus dilihat langsung sehingga persoalan yang dihadapi petani dapat diketahui sejak awal.
Apalagi, peningkatan produksi pangan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Bapak Presiden Prabowo mencanangkan Indonesia menuju lumbung pangan dunia. Tapi bagaimana cita-cita itu bisa tercapai kalau petani di daerah masih menghadapi penyakit tanaman dan hama tanpa pendampingan yang cukup?” ujar Muklis.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada program dan slogan, tetapi benar-benar dirasakan petani sampai ke areal persawahan.
Kini, ketika sawah-sawah Surian mulai menghijau, para petani tentu berharap musim panen mendatang membawa hasil yang lebih baik. Namun mereka juga menunggu satu hal yang tidak kalah penting: kehadiran pemerintah di tengah sawah, mendengar keluhan petani, dan memberikan solusi nyata.
Pertanyaannya sederhana: ketika petani membutuhkan pendampingan, sudah sejauh mana penyuluh pertanian Kabupaten Solok hadir di tengah sawah Surian?
(ENDANG S)









