Tim Asistensi Mabes Polri Kunker Di Polresta Deli Serdang Terkait Supervisi Ops Ketupat Toba 2026

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Deli Serdang

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK., M.Si., diwakili Waka Polresta Deli Serdang, AKBP Juliani Prihartini, S.IK., MH., sambut Kunjungan Kerja (Kunker) Tim Asistensi dan Supervisi Mabes Polri, di Aula Sat Lantas Polresta Deli Serdang, Sabtu (14/03/2026).

Ketua Tim Asistensi, Brigjen Pol Herman Sikumbang, M.M., melakukan Kunjungan kerja Supervisi bersama Anggota Tim terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.

Pada kesempatan itu, Kapolresta Deli Serdang diwakili Waka Polresta Deli Serdang menyebutkan, Polresta Deli Serdang memiliki Dua Unit Pos Pengamanan (Pospam), Satu Unit Pos Pelayanan (Posyan), dan Satu Unit Pos Terpadu di Bandara Kualanamu.

Ketua Tim Supervisi, Brigjen Pol Herman Sikumbang, MM., menyebutkan, pelaksanaan Asistensi ini guna meninjau berbagai aspek, termasuk angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas), potensi gangguan keamanan, dan permasalahan yang timbul, seperti kebakaran rumah akibat kelalaian Pemudik dan lainnya.“Pemahaman yang baik rencana operasi akan menentukan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, Personel harus benar-benar memahami peran dan tanggung jawabnya agar strategi yang dirancang dapat diimplementasikan secara optimal,” katanya.

Sangat perlu dilakukan pengkajian akan potensi gangguan, dan langkah preventif. “Dinamika setiap Polres harus berkembang, dan pelaksanaan supervisi harus mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada dan memberikan solusi yang tepat.

“Saya berharap tiap temuan yang didapatkan segera diperbaiki, dan pelaksanaan operasi ini semakin efektif dengan responsif tanggap cepat akan situasi yang berkembang,” sebutnya.

Selain menjaga Kamtibmas, Operasi Ketupat fokus utamanya mengelola keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamtibcarlantas).

“Penanganan kemacetan salah satu tantangan utama, terutama arus mudik dan balik. Karena itu, peran Satgas harus bertanggungjawab dan pelaksanaannya harus maksimal.

Upaya preventif harus menjadi prioritas guna mengurangi resiko kepadatan kendaraan. Pastikan kelancaran mobilitas Masyarakat selama masa operasi berlangsung,” tambahnya.

Melalui evaluasi yang berkesinambungan dan perbaikan secara rutin, Operasi Ketupat kedepannya semakin efektif, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Kiranya kegiatan berjalan lancar, senantiasa mendapat kekuatan, dan perlindungan saat menjalankan tugas,” imbuhnya.

(Dharma)

Pos terkait

banner 728x90