Kabarreskrim.net // pesisir brat
Kesabaran masyarakat Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, kembali diuji. Setelah puluhan tahun menunggu pembangunan infrastruktur yang memadai, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat segera membangun jembatan permanen serta memperbaiki ruas jalan penghubung yang menjadi akses utama bagi sedikitnya empat pekon di wilayah tersebut
Akses yang dimaksud berada di Pekon Pekonmon, menghubungkan Jalan Lintas Barat tepat di depan SMKN Ngambur menuju sejumlah wilayah pemukiman dan sentra pertanian. Hingga kini, masyarakat masih bergantung pada jembatan gantung sepanjang sekitar 50 meter dan jalan penghubung sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang kondisinya dinilai memprihatinkan.
Warga menilai keberadaan jembatan dan jalan tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama aktivitas masyarakat setiap hari. Selain digunakan para pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMK, akses itu juga dilalui petani, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Tokoh masyarakat Pekon Pekonmon, Ali, mengatakan usulan pembangunan jembatan permanen dan peningkatan jalan telah berulang kali diajukan kepada pemerintah melalui berbagai proposal. Namun hingga kini, masyarakat belum melihat adanya realisasi pembangunan yang signifikan.
“Setahu kami, jembatan dan jalan ini belum pernah dibangun secara permanen. Dulu hanya ada penimbunan batu pecah saat wilayah ini masih berada di bawah Kabupaten Lampung Barat. Setelah Kabupaten Pesisir Barat berdiri, masyarakat masih terus menunggu pembangunan yang layak,” ujar Ali, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, selama ini warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya melalui gotong royong agar akses tersebut tetap dapat digunakan. Bahkan, masyarakat harus memasang papan kayu sebagai alas jembatan untuk menjaga mobilitas warga tetap berjalan.
“Kami bergotong royong memperbaiki jembatan secara berkala. Kalau tidak dilakukan, akses ini bisa putus dan masyarakat akan kesulitan beraktivitas,” katanya.
Ali mengingatkan, kondisi infrastruktur tersebut berpotensi semakin memburuk apabila tidak segera mendapat perhatian pemerintah. Terlebih saat musim hujan, kerusakan jalan dan jembatan dapat menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang aman dan representatif.
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen dan jalan yang layak akan memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga. Distribusi hasil panen akan lebih lancar, akses kendaraan roda dua dan roda empat semakin mudah, serta mendukung penggunaan alat pertanian modern seperti traktor dan combine harvester.
“Kalau akses ini diperbaiki, biaya angkut hasil panen bisa ditekan dan produktivitas petani akan meningkat. Manfaatnya sangat besar bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan Tarmizi, warga Pekon Sukangara. Ia mengaku masyarakat selalu merasa khawatir saat melintasi jembatan yang saat ini kondisinya sudah tidak layak.
“Kami waswas setiap kali melewati jembatan ini. Kondisinya sudah rusak dan berbahaya. Bahkan pernah ada pengendara motor yang membawa padi terjatuh karena kondisi jembatan yang tidak aman,” ungkapnya.
Masyarakat Kecamatan Ngambur berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat segera melakukan peninjauan lapangan dan menjadikan pembangunan jembatan permanen serta peningkatan jalan penghubung tersebut sebagai prioritas pembangunan daerah.
Bagi warga, persoalan ini bukan semata tentang infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran akses pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Setelah bertahun-tahun menunggu, masyarakat berharap aspirasi mereka tidak lagi b
(Musrifin)









