Operasi Keselamatan Toba 2026 Capai 12.090 Kasus Penindakan Bangun Penguatan Disiplin Berlalulintas Pengguna Jalan

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Medan

Hari Ke-11 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumut mencatat bangun budaya tertib berlalu lintas. Pendekatan edukatif, preventif, dan penegakan hukum berbasis teknologi berdampak signifikan penurunan pelanggaran di jalan raya.

Bacaan Lainnya

Data Hari Ke-11, Kamis (12/02/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalulintas tercatat, sebanyak 1.423 Kasus. Angka ini turun 57,3 Persen pada periode yang sama Tahun 2025, tercatat 3.329 Kasus. Penurunan ini indikator meningkatnya kepatuhan dan kesadaran Masyarakat selama operasi berlangsung.

Penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat, sebanyak 334 Kasus, meningkat dari 91 Kasus dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini optimalisasi sistem penindakan berbasis elektronik yang lebih transparan dan akuntabel.

Sementara itu, penindakan non-ETLE turun signifikan, sebanyak 74 Kasus dari 975 Kasus tahun lalu. Teguran kepada Pelanggar juga turun, sebanyak 983 Kasus, dari 2.263 pada tahun lalu.

Petugas juga melakukan penindakan kepada 5 Unit Kendaraan Pribadi yang digunakan sebagai Angkutan Umum (Travel) tanpa izin, dan 27 Unit Kendaraan Over Dimension, serta Over Loding (ODOL) yang berisiko tinggi akan keselamatan Pengguna Jalan.

Secara kumulatif mulai Hari Pertama sampai Hari Ke-11, total penindakan mencapai 12.090 Kasus Tindakan, yakni 2.026 Kasus Tilang ETLE, 678 Kasus non-ETLE, 9.248 Kasus Teguran, 22 Kasus Penindakan Travel Ilegal, dan 116 Kasus Penindakan Kendaraan ODOL.

Kabid Humas Polda Sumut mengatakan, operasi ini terwujud dari masifnya kegiatan edukasi, penyuluhan, kampanye keselamatan, dan hadirnya Personel di Area Titik Rawan Pelanggaran, juga sering terjadi kecelakaan.

“Operasi ini selain penindakan, juga upaya membangun kesadaran Masyarakat. Data Hari Ke-10 kemarin tercatat sangat positif. Penurunan pelanggaran 57 Persen, bukti efisien pendekatan humanis, dan perkuat sosialisasi edukatif,” katanya.

Ferry menambahkan, peningkatan penggunaan ETLE bagian transformasi penegakan hukum yang modern dan presisi.

“Kami ajak Masyarakat Sumut jadikan keselamatan prioritas utama. Tertib berlalu lintas selain kewajiban hukum, juga untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” sebutnya.

Capaian Hari Ke-10 menggambarkan Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih relevan ke arah konstruktif. Edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berjalan seimbang, mewujudkan transparansi kondisi berlalulintas yang aman, tertib, dan lancar di Provinsi Sumatera Utara.

(Dharma)

Pos terkait

banner 728x90