Kabareskrim.net // Lampung Timur
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIM Braja Asri menuai sorotan dari sejumlah wali murid. Mereka menilai kualitas makanan yang disajikan kepada siswa belakangan ini terkesan tidak memenuhi standar gizi sebagaimana tujuan awal program pemerintah.senin 23/2/2026.
Salah satu wali murid mengungkapkan kekecewaannya dengan nada tegas.
“Kami sangat kecewa. Akhir-akhir ini makanan yang diberikan terkesan tidak layak dan seperti tidak diperhatikan kualitasnya. Padahal anggaran sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kami minta ini dievaluasi secara serius,” ujarnya.
Para orang tua menilai, program yang seharusnya menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar anak justru memunculkan tanda tanya terkait pengelolaan serta pengawasannya.
Saat dikonfirmasi, pihak sekolah menyatakan bahwa mereka hanya bertugas menyalurkan makanan kepada siswa.
“Kami hanya menyalurkan. Untuk pengadaan dan teknis penyediaan bukan tanggung jawab sekolah,” kata perwakilan sekolah.
Pernyataan tersebut memicu pertanyaan lanjutan dari wali murid. Meski sekolah mengaku hanya sebagai penyalur, pelaksanaan program tetap berlangsung di lingkungan sekolah dan makanan dikonsumsi langsung oleh para siswa di bawah pengawasan pihak sekolah.
Sementara itu, Kepala SPPG, Edi Aulia Aziz, saat dihubungi melalui WhatsApp menyampaikan permohonan maaf atas menu yang disajikan.
“Kami mohon maaf atas menu yang disajikan. Kami akan meninjau kembali kualitas dan variasi makanan agar sesuai dengan standar gizi yang seharusnya,” ujarnya.
Wali murid mendesak agar pihak penyedia makanan serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka berharap program MBG dijalankan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan, bukan sekadar formalitas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak penyedia makanan maupun instansi berwenang terkait evaluasi kualitas menu MBG tersebut.
(Yusprian)









