Kabarreskrim.net // Muara enim
OTT bupati muara enim menyeret kepala dinas pendidikan dan beberapa orang staff serta beberapa orang dari kontraktor pengadaan namun sangat di sayang kan pengembangan kasus tersebut belum sampai ke tingkat bawah yang menjadi pertanyaan besar bagi publik siapakah penerima barang tersebut?
Beberapa sekolah di kabupaten muara enim masih banyak terjadi pungutan -pungutan yang membebani para wali murid seperti pengambilan ijasah
Yang Harus mengeluarkan uang sebesar dua ratus ribu per siswa dengan dalih kesepakatan rapat komite,
Sedang kan saat di konfirmasi terkait kegunaan uang tersebut pihak sekolah menjawab untuk sewa laptop ujian di smk seratus ribu sampul ijasah lima puluh ribu untuk kertas dan lain lain lima puluh ribu keterangan tersebut di sampai kan.salah satu guru smp negri dua lubay ulu yang nama nya di samar kan .di depan sekcam lubay ulu di ruang kerja nya
Dalam penyampaian bapak sekcam lubay ulu kalau pungutan tersebut merupakan hasil kesepakan komite berarti sah sah saja karena sepakat antara wali murid dan pihak sekolah.
Lalu digunakan kemana dana bos di sekolah tersebut?
Serta apakah ini yang di namakan sekolah gratis.
Dalam hal ini terindikasi ada penyalah gunaan kewenangan di sekolah tersebut contoh nya menyikapi kenakalan siswa mesti mengeluarkan siswa “Jika nakal di sekolah tersebut kalau mau lulus kamu pindah kalau gak mau pindah sekolah kamu gak naik kelas” ujar kepala sekolah smp dua lubay ulu bapak wewen di hadapan orang tua murid tersebut.
Betapa kecewa nya orang tua murid tersebut . beliau berkata “Pak kami menyekolahkan anak kami untuk di didik baik secara moral, etika dan pengetahuan. jangan gunakan sentimen bapak kedalam argumen saat menegur siswa yang sekolah di sini bapak itu kepala sekolah pak jangan seenak mengeluarkan siswa perlu bapak ingat seluruh warga negara wajib menerima pendidikan di atur UUD 1945 pak .jangan sampai bapak kasih contoh melanggar undang undang yang berlaku di negara ini”.
Setelah menyampaikan hal tersebu orang tua murid tersebut pulang dan langsung membawa putra nya.
Kemudian disisi lain disetiap pertemuan dengan para wali murid di tekan kan agar tidak membawa atau memberi tahu seluruh awak media lalu ada apa di sekolah smp dua negri lubay ulu.
(Rismaludin)









