10 Hektare Terbakar Karhutla Ancam Permukiman Sungai Beringin

banner 728x90

Kabarreskrim.net//INDRAGIRI HILIR

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Peristiwa kali ini mengancam kawasan permukiman penduduk di Kelurahan Sungai Beringin kawasan Parit 17 hingga Parit 19, Tembilahan. Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, musibah kebakaran ini telah melahap lahan gambut seluas kurang lebih sepuluh hektar. Titik api terpantau berada di lokasi yang sangat dekat dengan kawasan tempat tinggal masyarakat, sehingga memicu kewaspadaan tinggi dari berbagai pihak.

Upaya penanggulangan dan pemadaman api yang dikerahkan oleh tim gabungan bersama warga sejak malam hingga pagi hari ini menemui berbagai kendala serius. Faktor utama yang menyulitkan proses pemadaman adalah minimnya ketersediaan sumber air di sekitar lokasi kejadian, ditambah dengan karakteristik tanah gambut yang kering dan menyimpan bara di dalam.

Kondisi tersebut membuat api berpotensi besar kembali menyala pada malam hari, meskipun proses penyiraman dan pendinginan telah dilakukan secara berulang oleh petugas.

Kekhawatiran mendalam kini dirasakan oleh warga sekitar karena jarak antara titik kobaran api dengan rumah penduduk terdekat terpantau sangat dekat, yakni hanya berkisar antara tiga puluh hingga lima puluh meter saja.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, tim di lapangan bersama warga terus berupaya melakukan penyekatan atau melokalisir areal lahan terbakar agar api tidak merembet ke kawasan perumahan warga.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar api tidak sampai menjangkau rumah warga. Jaraknya sudah sangat dekat, jadi penjagaan dan penyekatan harus diperketat,” ujar Amsari, salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi.

Di sisi lain, tim gabungan terus mengitensifkan koordinasi dan pengerahan personel di lapangan guna mempercepat proses penanganan darurat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R. Arliansyah, menegaskan bahwa seluruh tim gabungan terus berjibaku bersama masyarakat agar penanganan lanjutan dan proses pendinginan menyeluruh dapat terus diintensifkan secara maksimal.

“Kendala utama di lapangan adalah ketersediaan sumber air yang minim serta kondisi gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan. Namun, tim gabungan bersama warga terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pendinginan secara intensif agar potensi kebakaran susulan dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca panas dan kondisi lahan yang rentan. Penanganan terpadu terus digencarkan demi memastikan keselamatan warga serta keamanan kawasan permukiman dari ancaman karhutla susulan.

(Mhd)

Pos terkait

banner 728x90