Kabarreskrim.net // Medan
Polda Sumut melakukan pemantauan secara intensif selama 24 jam terhadap seluruh Unit Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Unit Pos Pelayanan Operasi Ketupat Toba 2026, pastikan efektivitas pelaporan, dan respons cepat terhadap situasi di lapangan.
Monitoring tersebut dilakukan melalui Posko Operasi Ketupat Toba 2026 yang terhubung secara real time dengan seluruh Jajaran, baik di tingkat Polres maupun Unit Pos Pengamanan Terpadu terdekat dari lokasi kejadian.
Kepala Posko Operasi Ketupat Toba 2026, Kompol Hendrik Situmorang, mengatakan, sistem monitoring 1×24 jam ini bertujuan pastikan setiap perkembangan situasi dapat terpantau dan ditindaklanjuti dengan cepat.
“Monitoring dilakukan selama 24 jam melalui zoom meeting yang terhubung langsung dengan seluruh Jajaran. Hal ini untuk memastikan pelaporan situasi terkini, baik terkait kejadian menonjol maupun kondisi arus lalu lintas di wilayah masing-masing,” katanya.
Hendrik menambahkan, melalui sistem tersebut, setiap Personel di lapangan dapat menyampaikan laporan secara langsung, mempermudah koordinasi dan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
Kepala Analisa dan Evaluasi (Ka Anev) Operasi Ketupat Toba 2026, Kompol MH Sitorus, menerangkan, monitoring berkelanjutan ini bagian upaya menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran arus mudik.
“Dari pemantauan secara real time, kita dapat mengetahui secara dini potensi gangguan Kamtibmas, maupun kepadatan lalu lintas, sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Salah satu contoh laporan disampaikan Tim Urai di titik The Hill Sibolangit. Personel Satlantas Polrestabes Medan, Briptu Fahrin Syahputra, melaporkan kondisi arus lalu lintas di jalur Medan–Berastagi terpantau lancar dari kedua arah.
“Situasi arus lalu lintas dari Kota Medan menuju Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, maupun sebaliknya terpantau lancar,” ucapnya, Sabtu (21/03/2026).
Kaposko juga rutin melakukan pengecekan kondisi di lapangan melalui sambungan virtual, guna memastikan seluruh Personel tetap siaga, dan menjalankan tugas sesuai prosedur.
Sistem monitoring terpadu ini komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat, khususnya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran selama Periode Mudik Lebaran 2026.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara real time, potensi gangguan dapat diminimalisir, Masyarakat merasa aman dan nyaman selama melakukan perjalanan.
(Dharma)









