Jemaah Masjid Alwustha Alahan Panjang Galang Solidaritas Untuk Korban Banjir Bandang Di Lembah Gumanti

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Alahan Panjang

Di tengah kepungan lumpur, reruntuhan kayu, dan sisa-sisa material banjir bandang yang masih memenuhi sejumlah jorong di Kecamatan Lembah Gumanti, kepedulian warga kembali menjadi cahaya di hari-hari gelap pascabencana. Jemaah Masjid Alwustha Alahan Panjang, Kabupaten Solok, turun langsung menggalang bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana alam yang melanda kawasan itu pekan ini.

Bacaan Lainnya

Sejak pagi, halaman masjid berubah menjadi pos kecil solidaritas. Warga—mulai dari anak-anak muda hingga para orang tua—mengemas beras, pakaian layak pakai, mie instan, air mineral, hingga perlengkapan ibadah. Tidak ada instruksi khusus; semua berjalan spontan karena merasa terpanggil melihat kondisi saudara-saudara mereka di Lembah Gumanti yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan sebagian masih kehilangan anggota keluarga.

“Ini bukan sekadar bantuan. Ini panggilan hati. Kita ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian,” ujar salah seorang jemaah Masjid Alwustha saat rombongan bersiap membawa paket bantuan menuju lokasi terdampak.

Terjun Langsung ke Wilayah Bencana
Sesampainya di Lembah Gumanti, jemaah Masjid Alwustha melihat langsung kerusakan yang ditinggalkan banjir bandang. Rumah-rumah porak-poranda, para ibu masih mencari barang-barang tersisa, sementara anak-anak duduk di terpal darurat yang dipasang seadanya.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan, termasuk lansia, anak-anak, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Beberapa jemaah bahkan ikut membantu membersihkan rumah dan fasilitas umum yang tertimbun lumpur.

“Kami tahu bantuan kami tidak besar. Tapi kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita,” kata seorang pemuda masjid yang ikut mengangkut logistik dari mobil pick-up.

Mengajak Jemaah Masjid Lain untuk Bergerak Bersama
Momentum ini tidak berhenti pada Masjid Alwustha saja. Jemaah pun mengajak seluruh masjid dan mushala di Kabupaten Solok dan daerah Sumatera Barat lainnya untuk ikut ambil bagian dalam gerakan solidaritas ini.

Menurut mereka, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial yang seharusnya menjadi garda depan ketika bencana melanda.

“Kami mengajak seluruh jemaah masjid, organisasi pemuda masjid, dan komunitas sosial lainnya untuk bahu-membahu membantu warga Lembah Gumanti. Satu kantong beras, sehelai pakaian, atau sekadar tenaga pembersihan—semuanya sangat berarti,” ujar tokoh jemaah lainnya.

Kepedulian yang Menular
Beberapa masjid di kecamatan tetangga disebut sudah mulai membuka pos donasi setelah melihat gerakan Masjid Alwustha. Warga yang tidak bisa turun langsung ke lapangan memilih menyumbang melalui masjid atau menitipkan kepada relawan yang berangkat ke lokasi.

Semangat gotong royong seperti ini diharapkan dapat menjadi energi positif untuk mempercepat pemulihan Lembah Gumanti yang hingga kini masih dalam masa tanggap darurat.

Bencana Bisa Meruntuhkan Rumah, tapi Tidak Solidaritas
Di tengah bencana, bantuan kecil sering kali menjadi bukti besar tentang kemanusiaan. Dari gerakan jemaah Masjid Alwustha Alahan Panjang, terlihat bahwa solidaritas masih hidup, bahkan tumbuh lebih kuat ketika saudara sebangsa sedang diuji.

Harapannya, semakin banyak masjid, komunitas, dan masyarakat yang ikut berpartisipasi, maka semakin cepat pula Lembah Gumanti bangkit kembali.(Endang S)

Pos terkait

banner 728x90