Kabarreskrim.net // JEMBER
Suasana guyub rukun menyelimuti warga RW 09 Desa Tegalsari, Kec. Ambulu pada Kamis malam Jumat, 25/6/2026. Bertepatan dengan bulan Suro ,1 Muharam 1448 H, warga RT 1, 2, dan 3 berkumpul di depan Mushola Al Barokah guyub rukun untuk menggelar tasyakuran menyambut Tahun Baru Hijriah melalui tradisi “Barikan”.
Barikan: Makan Bersama Penuh Berkah*
Barikan berasal dari bahasa Arab “Barokah” yang berarti berkah. Tradisi khas masyarakat adat Jawa ini dilakukan dengan makan bersama di tempat terbuka, biasanya malam hari.
Warga duduk beralaskan tikar sambil membawa makanan masing-masing. Ada nasi urap, kue, buah-buahan, hingga nasi tumpeng dalam wadah kotak. Setelah didoakan bersama, semua makanan ditukar dan dibagikan. Tak ada lagi “punyaku-punyamu”, yang ada kebersamaan.
Selain menyambut Tahun Baru Hijriah, Barikan punya makna mendalam: mengakrabkan warga dan membina rasa persatuan. Nasi tumpeng dibagi dalam satu wadah lalu disantap bareng sebagai simbol guyub.
Doa Bersama di Mushola Al Barokah guyub rukun
Malam itu warga RW 09 berkumpul membawa nasi kotak untuk kenduri bersama. Semua hidangan dikumpulkan dan didoakan agar warga yang hadir maupun yang di rumah mendapat berkah keselamatan dunia akhirat.
Ketua RW 09, Nurhafid, menyampaikan harapannya: _”Mugi-mugi warga seng hadir maupun seng wonten griyo pikantuk barokah, slamet dunyo akherat. Tradisi niki mugi tansah lestari”_.
Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga
Menurut warga, Barikan sudah turun-temurun dilakukan leluhur setiap bulan Suro. Tujuannya jelas: berkumpul, berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT agar diberi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan sepanjang tahun baru Hijriah ini.
Acara tasyakuran ini dihadiri tokoh agama Bpk KH Ali Maksum, tokoh masyarakat, pemuda RW 09, serta seluruh warga RW 09.
Tradisi unik ini jadi bukti nilai kebersamaan masyarakat Jawa masih kuat. Di tengah zaman modern, warga Tegalsari tetap setia melestarikan Barikan dari tahun ke tahun.
Semoga berkah Muharam 1448 H menyertai kita semua. Aamiin .
(Bambang Sugiharto.)









