Kabarreskrim.net// Bungo
2 Oktober 2026 Dana bantuan pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 senilai Rp433.671.000 dikucurkan untuk TK Pertiwi, Jalan Air Terjun, Rantau Pandan, Kabupaten Bungo. Namun yang terlihat di lapangan bukan bangunan yang layak melainkan pengerjaan asal jadi dan bahan sampah yang memalukan.
Pantauan di lokasi membongkar kenyataan pahit
Semen tipis seolah takut habis, keramik teras dipasang nyaris tanpa alas
Kusen pintu & jendela,kayu murah kualitas buangan, bukan kayu kelat yang disepakati
Plesteran berantakan, menonjol keluar karena kusen dibuat terlalu kecil pas tak pas
Rangka atap baja ringan tanpa merek, tidak terstandar, diduga barang palsu yang sewaktu-waktu bisa rubuh
Kepala tukang di lokasi mengaku jujur,upah harian murah , kepala tukang Rp250.000, tukang Rp200.000, pembantu Rp150.000 ,dan dikerjakan seadanya. “Kusennya terlalu kecil, jadi plesternya muncrat keluar,” akui dia tanpa menutup-nutupi.
Ditelepon media, Kepala Sekolah Ida justru meremehkan masalah ini sambil tertawa:
“Saya sudah pesan kayu kelat, tapi yang datang begitu saja. Sudah saya minta ganti, belum diganti juga. Sudah banyak wartawan yang tanya kok.”
Di hadapan kekaciran dana ratusan juta rupiah, di hadapan bangunan yang membahayakan anak-anak didik, kepala sekolah malah tertawa?
Dimana pengawas? Dimana konsultan? Dimana Dinas Pendidikan Bungo?
Mengapa pekerjaan yang jelas-jelas melanggar spesifikasi, menggunakan bahan tidak layak, tetap dibiarkan berjalan? Apakah pengawasan hanya ada di atas kertas? Apakah uang rakyat dianggap remeh
Kami menuntut Diknas Bungo segera turun ke lapangan, hentikan pekerjaan ini, periksa siapa yang bertanggung jawab, dan ganti semua bahan yang tidak layak. Jangan tunggu sampai bangunan ini rusak atau menimpa anak-anak baru bergerak. Ratusan juta rupiah bukan uang mainan dan masa depan anak-anak bukan tempat bereksperimen dengan kebohongan.
(Rp)









