Pekanbaru // Kabarreskrim.net
Polsek Bukitraya dalam mendukung Ketahanan pangan yang menjadi Program Ketahanan Pangan Nasional serta implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, melalui Bhabinkamtibmas terus menjadi motor penggerak secara optimal melakukan pendampingan turut bersama membantu kepada masyarakat tani secara intensif guna tercapainya swasembada pangan nasional.
Hal ini terus ditunjukkan Aipda Priyanto Bhabinkamtibmas Air dingin , bersama Poktan Bina Tani Sejahtera dengan ketuanya Bapak Riko Sihombing Paska Panen raya yang telah berlangsung di hari Selasa 23 Juni 2026 lalu saat ini
jumat (26 – 06 – 2026) pukul 10.00 wib, melaksanakan kegiatan Penjemuran jagung pipil hasil panen raya di lokasi UPT pelatihan penyuluh pertanian jl.Khaharuddin Nasution Rt.03 Rw.007 kel. Air dingin kec. Bukit raya Pekanbaru.
Kegiatan penjemuran dilakukan secara manual dengan memanfaatkan sinar matahari guna menurunkan kadar air (KA) jagung hingga mencapai standar 14% sesuai ketentuan serapan Bulog. Hal ini bertujuan untuk mencegah pertumbuhan jamur, menjaga kualitas biji agar tidak mudah hancur, dan memastikan komoditas siap untuk disimpan atau dipasarkan.
Riko Sihombing ketua Poktan Bina Tani Sejahtera menyatakan Penjemuran jagung diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 5 hari di bawah sinar matahari langsung. Waktu pastinya tergantung pada wujud jagung yang dijemur dan kondisi cuaca saat penjemuran berlangsung. Saat ini kendala dilapangan antara lain kondisi cuaca yang masih sering turun hujan sehingga proses penurunan kadar air membutuhkan waktu lebih lama dan sangat bergantung pada cuaca panas. Selain itu, kita belum ada memiliki alat fasilitas pengering (dryer) jagung, sehingga proses pengeringan masih dilakukan secara manual.
Kapolsek Bukitraya Kompol Hendrix SH, MH Menyatakan Kami terus monitor perkembangan dan meningkatkan peran bhabinkamtibmas mengawal kegiatan Penjemuran ini berlangsung dengan baik. Jagung pipil dikatakan sudah kering dan aman untuk disimpan jika kadar airnya sudah turun di bawah 14%. Secara fisik, biji jagung akan terasa keras saat dipegang, tidak mudah pecah, dan berubah warna menjadi lebih mengkilap, tutup Kapolsek.
(AS)









