PII Jember Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Rapat Kerja

Dokumentasi.
banner 728x90

Kabarreskrim.net //JEMBER.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Jember menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal sekaligus Rapat Kerja Pengurus di RM. Lestari pada Jumat (17/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas agenda strategis terkait profesi keinsinyuran di wilayah Jember.
​Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua Wilayah PII Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, ST, SP, SH, MT, MH, IPU, didampingi oleh Ketua PII Cabang Jember, Ir. H. Rahman Anda, ST, M.Si, MT, IPM, beserta jajaran pengurus dan undangan lainnya.

​Mandat Undang-Undang dan Sertifikasi
​Dalam kesempatan tersebut, Ketua PII Cabang Jember, Ir. H. Rahman Anda, menekankan pentingnya sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Ia menegaskan bahwa setiap sarjana teknik yang berpraktik keinsinyuran wajib memiliki gelar profesi Insinyur.

​”Kami terus menginformasikan bahwa ini adalah amanat undang-undang yang harus dilaksanakan oleh teman-teman sarjana yang menekuni bidang keinsinyuran untuk berprofesi Insinyur,” ujar Rahman Anda.

Saat ini, PII Jember tengah melakukan inventarisasi data anggota, mengingat masih banyak sarjana teknik di Jember yang belum menempuh pendidikan profesi maupun memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Dokumentasi.

​Potensi Jember dan Sinergi dengan Perguruan Tinggi Sementara itu, Ketua Wilayah PII Jatim, Dr. Ir. Gentur Prihantono, memberikan apresiasi terhadap potensi besar yang dimiliki PII Cabang Jember. Banyaknya perguruan tinggi di Jember yang memiliki Fakultas Teknik dan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) dinilai sebagai keunggulan kompetitif.

​”PII Jember ini bagus, anggotanya banyak, dan yang menarik adalah keberadaan perguruan tinggi di sini. PII bisa bersinergi dalam pengembangan keilmuan dengan Fakultas Teknik,” ungkap Gentur.

​Kontribusi Insinyur untuk Daerah
​Lebih lanjut, Gentur mendorong agar PII Jember lebih berani memberikan masukan teknis kepada Pemerintah Daerah (Pemda), terutama dalam menghadapi isu-isu krusial seperti mitigasi bencana longsor dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

​”Insinyur harus hadir memberikan masukan pada Pemda untuk membangun daerah dan menjaga soliditas komunikasi dengan masyarakat,” tambahnya.
​Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menambah jumlah anggota dan memastikan seluruh praktisi keinsinyuran di Jember bekerja secara profesional dan kompeten demi perlindungan hukum bagi profesi itu sendiri maupun masarakat penguna jasa.

(Bambang Sugiharto)

Pos terkait

banner 728x90