Kabarreskrim.net // Ketapang Kalbar
Perjuangan masyarakat Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat yang dilanda krisis energi bahan bakar minyak BBM bersubsidi kini menemukan titik terang.
Setelah koalisi organisasi kemasyarakatan bersatu menyampaikan permohonan di ruang audensi pada pemerintah provinsi di kantor gubernur Kalimantan Barat pada Senin 22 Juni 2026.
Menurut Hendra Wahyudi ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Orang Melayu(POM) Kecamatan sungai laur, audiensi di kantor gubernur ini di hadiri eselon dua gubernur kalbar ,pihak Pertamina, jajaran Polda Kalbar, koalisi organisasi Kemasyarakatan DPC POM, Bala Pangayo dan Organisasi Mangkok Merah serta tokoh masyarakat sungai laur.
“Dalam audensi tersebut telah mencapai kesepakatan agar pihak Pertamina segera mendistribusikan BBM bersubsidi ke wilayah tersebut.kata Hendra Wahyudi
Hendra Wahyudi menam bahkannya, hasil audiensi terjalin komitmen bersama dari pihak Pertamina untuk segera menyalurkan BBM bersubsidi ke Kecamatan Sungai Laur, bahkan telah disepakati bahwa pengiriman BBM akan dilakukan mulai besok atau paling lambat dalam dua hari ke depan.
Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, organisasi masyarakat bersama unsur terkait akan melakukan pengawasan langsung agar BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya tambah Hendra.
Kami tidak mau lagi terulang kedua kalinya,pihak pengelola SPBU yang menjadi mafia BBM bersubsidi.”kita akan memonitor setiap BBM bersubsidi yang datang dan yang terjual supaya transparan di depan pengguna BBM bersubsidi tegasnya
Senada di sampaikan Ketua Umum Ormas Mangkok Merah(OMM) Kalbar, Iyen Bagago,ia mengapresiasi langkah pemerintah dan Pertamina yang langsung merespon cepat dalam menanggapi aspirasi warga Sungai Laur terkait kelangkaan BBM bersubsidi yang telah berlangsung satu bulan,akibat ulah SPBU 64.788.16 yang nakal.
“Perjuangan yang di motori koalisi ormas bersatu ini dilakukan bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan demi kepentingan masyarakat luas yang selama ini kesulitan memperoleh BBM bersubsidi,terutama masyarakat sungai Laur.paparnya
Lebih lanjut di tambahkan kami koalisi ormas bersatu hadir untuk memperjuangkan hak masyarakat, karena BBM bersubsidi harus benar benar sampai pada penerima manfaatnya.
“Terutama pegiat usaha kecil menengah,petani,nelayan dan warga yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari seperti pergi kerja dan kebutuhan truk expedisi terangnya.
Menurutnya, berbagai organisasi masyarakat telah bersatu menyampaikan aspirasi warga dan mendesak adanya solusi konkret terhadap persoalan distribusi BBM bersubsidi yang terjadi di Kecamatan Sungai Laur.
“Dalam audiensi tersebut juga disampaikan adanya dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi yang saat ini telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.pintanya
Iyen Bagago menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal realisasi kesepakatan tersebut.
“Apabila terdapat pihak yang tidak menjalankan komitmen yang telah disepakati, maka organisasi masyarakat bersama warga akan mengambil langkah-langkah dan sikap tegas di lapangan.pungkasnya
Hasil audensi di kantor gubernur Kalimantan Barat membahas BBM bersubsidi untuk kecamatan sungai laur yang di perjuangkan ormas DPC POM,Bala Pangayo dan OMM kalbar tersebut mendapat sambutan hangat oleh masyarakat Sungai Laur pada umumnya.
Iwan salah satu warga sungai Laur mengatakan, hasil audiensi tersebut sangat baik di terima di tengah masyarakat yang sedang krisis BBM bersubsidi.
“Ia berharap distribusi BBM bersubsidi dapat segera di laksanakan oleh Pertamina,agar aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi rakyat tidak terganggu lagi dengan harga BBM bersubsidi saat ini yang tengah meroket.terangnya
Ia menambahkan walaupun BBM bersubsidi di salurkan lewat SPBU tersebut,”namun kami masyarakat sungai Laur minta dan mendukung penuh langkah Pertamina dan Polda Kalbar untuk mengusut tuntas Pengurus dan pemilik SPBU 64.788.16 yang sudah terbukti menjadi mafia BBM bersubsidi.
“Karena ulah oknum oknum di SPBU itulah masyarakat sungai Laur terdampak krisis BBM bersubsidi yang harganya mencapai Rp 17.000 sampai Rp 20.000 perliter tutup nya
Sampai berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Polda kalbar terkait siapa siapa yang jadi tersangka dalam temuan BBM bersubsidi menggunakan truk tangki Patra Niaga milik Pertamina itu.
(A.rahman)









