Sumbar Dikepung Bencana Distribusi Energi Diselamatkan Skema Darurat Pasokan BBM–LPG Ditopang Jambi Hingga Dumai

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Padang

Ketika jalur utama Padang–Solok dan sejumlah akses menuju wilayah-wilayah terdampak banjir bandang dan longsor masih tertutup lumpur, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menjaga denyut kebutuhan energi warganya. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Pertamina Patra Niaga menerapkan skema pendistribusian darurat untuk memastikan BBM dan LPG tetap mengalir, meski jaringan jalan di banyak titik terputus.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyebut bencana hidrometeorologi kali ini memukul keras rantai pasok energi di Sumbar. Namun ia menegaskan pemerintah tak boleh membiarkan masyarakat—terutama warga di lokasi terisolasi—menghadapi kelangkaan.

“Bencana ini memengaruhi banyak jalur distribusi. Karena itu, sesuai arahan Pak Gubernur, kami melakukan penyesuaian menyeluruh agar kebutuhan energi masyarakat dan operasi penanganan darurat tetap berjalan,” ujar Helmi di Padang, Minggu (30/11/2025).

Ia menyebut koordinasi lintas lembaga berlangsung maraton sejak malam pertama bencana. Polisi, TNI, BPBD, dan seluruh rantai distribusi Pertamina terlibat dalam desain skema baru yang memungkinkan suplai tidak terhenti walaupun jalan darat dalam kondisi kritis.

Skema Darurat Penyaluran BBM
Untuk BBM, pemerintah dan Pertamina menyusun empat strategi utama:

Perbantuan pasokan dari Fuel Terminal Siak dan Fuel Terminal Jambi.
Langkah ini menjadi tulang punggung suplai saat akses menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung terganggu akibat longsor.

Penambahan 17 armada mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter, dengan total daya angkut mencapai 272 KL per hari.
Armada tambahan ini digunakan untuk rute-rute panjang yang masih memungkinkan dilalui.

Penyesuaian armada khusus menuju Kabupaten Pasaman, yang topografinya terdampak berat.
Di jalur ini digunakan truk tangki berukuran kecil (8 KL) untuk mengatasi badan jalan yang menyempit dan rawan ambles.

Pengawalan ketat oleh Patwal dan aparat kepolisian.
Setiap truk tangki di wilayah krisis kini bergerak dengan kawalan untuk meminimalkan risiko terjebak longsor susulan atau hambatan massa.

Skema Distribusi LPG: Dari Perahu hingga Operasi SPBE di Hari Libur
Kebutuhan LPG—terutama tabung subsidi 3 kilogram—mendapat perlakuan khusus mengingat banyaknya wilayah terisolasi. Empat langkah besar diterapkan:

Pasokan tambahan dari Integrated Terminal Dumai untuk menstabilkan suplai di wilayah Limapuluh Kota dan Payakumbuh, dua daerah yang akses jalannya berulang kali putus akibat banjir.

Distribusi menggunakan perahu ke sejumlah jorong dan nagari yang tak bisa dilalui kendaraan.
Perahu-perahu kayu memuat ratusan tabung LPG 3 kg menuju Paninggahan dan Muaro Pingai (Kab. Solok), serta sebagian wilayah Tiku (Kab. Agam).

SPBE dioperasikan pada hari Minggu, padahal itu hari non-operasional reguler.
Kebijakan khusus ini membuat pasokan tabung tidak mengalami kekosongan di tingkat agen.

Pengawalan armada skid tank LPG menuju SPBU dan agen menggunakan Patwal, terutama di jalur yang rawan longsor dan ambruknya badan jalan.

Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana
Di tengah fokus menjaga rantai pasok energi, Pertamina Patra Niaga Sumbar bersama IT Teluk Kabung juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta ke Posko Utama Tanggap Darurat Pemprov Sumbar. Bantuan ini berupa paket kebutuhan pokok, obat-obatan, hingga makanan siap saji—ditujukan untuk memperkuat logistik bagi ribuan warga yang kehilangan rumah atau mengungsi.

Helmi menegaskan bahwa distribusi energi adalah salah satu sektor paling krusial di masa bencana. Dengan BBM dan LPG tetap tersedia, proses evakuasi, dapur umum, layanan kesehatan, hingga logistik penanggulangan bisa berjalan tanpa henti.

“Kita memastikan Sumbar tidak lumpuh. Energi harus sampai ke masyarakat di manapun mereka berada,” ujar Helmi. (Endang S)

Pos terkait

banner 728x90