Kabareskrim.net // Jambi
Karang Taruna Kabupaten Bungo telah resmi memulai masa kepengurusannya. Dengan semangat kolaborasi, organisasi kepemudaan ini menegaskan komitmen kuatnya untuk bersinergi dan mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Bungo dalam mewujudkan visi “Bungo Baru”.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bungo, Muhammad Rajiv, dalam pernyataannya pagi ini menyampaikan bahwa periode kepemimpinan baru telah dilengkapi dengan sejumlah program strategis jangka pendek dan menengah. Program-program ini dirancang untuk menyentuh langsung berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, keagamaan, hingga olahraga dan pariwisata.
Sebagai langkah awal, program unggulan jangka pendek “Program Orang Tua Asuh” telah langsung dijalankan. Saat ini, tercatat 26 anak asuh telah terdata dan mendapatkan dukungan dari orang tua asuh masing-masing.
“Program ini akan berjalan secara berkesinambungan setiap bulan. Kami ingin Karang Taruna hadir dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Rajiv.
Tidak berhenti di program sosial, Karang Taruna juga menyiapkan terobosan jangka menengah dengan membentuk Koperasi Karang Taruna Bungo. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di kabupaten.
“Kita tidak ingin Karang Taruna hanya menjadi wadah organisasi. Harus ada manfaat nyata dari sisi ekonomi bagi anggota,” imbuhnya.
Untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, Karang Taruna menargetkan peningkatan jumlah anggota resmi di seluruh kecamatan menjadi lebih dari 1.000 orang dari sekitar 200 pengurus tingkat kabupaten saat ini.
Dalam waktu dekat, khususnya menyambut bulan Ramadan, Karang Taruna berencana menggelar Bahasul Masail, sebuah forum diskusi keagamaan yang akan melibatkan Baznas, MUI, Kemenag, dan pihak terkait. Salah satu isu krusial yang akan dibahas adalah penyesuaian perhitungan Zakat Mal mengingat harga emas yang terus meningkat, yang berdampak pada jumlah masyarakat yang mencapai nisab.
“Kami berharap ada kajian bersama untuk mencari solusi terbaik agar pengelolaan zakat tetap optimal,” ujar Rajiv.
Di bidang olahraga dan pariwisata, Karang Taruna menggagas event besar “Pacu Perahu” dengan rute yang lebih menarik, yaitu dari Jembatan Batang Tebo hingga finish di Batang Bungo. Event ini diharapkan menjadi magnet wisata yang mampu menarik kunjungan dari kabupaten lain.
Sinergi dengan dunia usaha juga akan diintensifkan melalui pendekatan program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dengan PT KIM, untuk mendukung kegiatan kepemudaan dan promosi potensi daerah.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Bungo memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan layak menjadi tujuan investasi,” ungkap Rajiv.
Ke depan, sebagai wadah aspirasi generasi muda, Karang Taruna berencana meluncurkan Podcast Karang Taruna Bungo. Podcast ini akan menjadi ruang diskusi terbuka bagi pemuda, media, dan masyarakat untuk bersama-sama membahas pembangunan daerah.
Dengan rangkaian program yang komprehensif dan berorientasi aksi nyata, Karang Taruna Kabupaten Bungo periode 2025-2030 siap menjadi mitra aktif pemerintah dan motor penggerak pembangunan yang lebih partisipatif dan berdampak bagi masyarakat Bungo.
(RP)









