Kabarreskrim.net // Pesisir Selatan
Kondisi Jembatan Buai yang berada di Nagari Ampiang Parak, Simpang Padang Tae, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, semakin hari semakin memprihatinkan. Kerusakannya kian parah dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama para pelajar yang melintas setiap pagi.
Pantauan Kabareskrim di lapangan, struktur jembatan tampak rapuh, bagian lantai telah aus, dan sebagian sisi penyangga mengalami kerusakan serius. Jika tidak segera diperbaiki, potensi kecelakaan dapat terjadi kapan saja.
“Sudah sangat lama jembatan ini rusak, tapi tidak pernah ada perhatian dari pemerintah. Kami warga hanya bisa berharap, tapi hingga sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Luna, warga setempat, saat ditemui media Kabareskrim dengan nada kesal bercampur harap.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga Ampiang Parak untuk ke sekolah, ke ladang, hingga aktivitas ekonomi. Namun setiap musim hujan, kekhawatiran warga semakin besar karena debit air meningkat dan kondisi jembatan yang rapuh rawan ambruk.
“Kalau musim politik, kami sering diberi janji. Tapi setelah mereka duduk di kursi, kami seperti tidak dianggap lagi,” tambah Luna.
Warga berharap pemerintah kabupaten maupun pihak terkait segera turun tangan untuk meninjau dan memberikan solusi nyata. Perbaikan jembatan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi setempat.
Kabareskrim akan terus memantau perkembangan ini dan meminta respons dari pemerintah daerah agar aspirasi masyarakat Ampiang Parak mendapatkan perhatian yang layak. (ES.CAN)









