Jalan Hangtuah Jadi Angkringan Elite Pedagang Kecil Inhil Terjepit 

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Tembilahan

Jalan Hangtuah, jantung Kota Tembilahan, kini berubah wajah menjadi pusat “angkringan” dadakan. Namun, di balik gemerlap lampu dan ramainya pengunjung, tersimpan ironi yang mendalam bagi para pedagang kecil Indragiri Hilir (Inhil). Lokasi strategis ini justru didominasi oleh pemilik kafe dan pemilik modal saja, sementara pedagang kecil gigit jari tak kebagian tempat.

Bacaan Lainnya

AD (35), seorang pedagang kecil mengungkapkan kekecewaannya, para pedagang kecil juga ingin berjualan mencari rezeki, namun sangat disayangkan tempat disana sudah penuh. Kebanyakan hanya diisi oleh pengusaha besar para pemilik Cafe yang berekspansi memperluas dagangan memakai badan jalan dan trotoar.

Menurut pantauan di lapangan, trotoar dan badan jalan di sepanjang Jalan Hangtuah kini dipenuhi oleh meja dan kursi milik kafe-kafe besar. Mereka memanfaatkan ruang publik untuk memperluas area bisnis mereka, menjadikannya “angkringan elite” yang jauh dari jangkauan pedagang kecil.

“Mereka punya modal besar, bisa sewa tempat, pasang tenda, lampu-lampu. Kami yang modalnya cuma cukup buat beli bahan dagangan, mana bisa bersaing?” keluh AD.

Kondisi ini menciptakan persaingan yang tidak sehat dan mematikan bagi para pedagang kecil. Mereka terpaksa mencari lokasi lain yang kurang strategis, atau bahkan gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan pemilik modal besar.

“Kami ini cuma ingin mencari sesuap nasi. Tapi, kenapa susah sekali? Kenapa tempat yang seharusnya jadi hak bersama justru diambil oleh sebagian orang ?” tanya AD dengan nada putus asa.

Para pedagang kecil berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk menertibkan penggunaan fasilitas publik di Jalan Hangtuah. Mereka meminta agar lokasi tersebut dikembalikan fungsinya sebagai tempat berdagang bagi pedagang kecil, bukan “angkringan elite” yang hanya menguntungkan pemilik modal besar.

“Kami mohon kepada Bapak/Ibu yang berwenang, tolong perhatikan nasib kami. Kami ini pedagang kecil, bukan pemilik kafe. Kami hanya ingin mencari rezeki yang halal,” harap AD dengan penuh harapan.

AD menambahkan pengelolaan angkringan di jalan Hangtuah diharapkan benar benar dikelola oleh pedagang kecil bukan pedagang besar pemilik Cafe, seperti misalkan di jalan Swarna Bumi pada saat Car Free Day, disana hanya diisi benar-benar pedagang kecil saja. Itupun hanya satu minggu sekali.

Para pedagang kecil berharap agar suara mereka didengar dan pemerintah daerah segera bertindak untuk mewujudkan keadilan di Jalan Hangtuah. Dengan begitu, mereka dapat pula bisa berjualan dengan tenang dan berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. (Mhd)

Pos terkait

banner 728x90