Kabarreskrim.net // Medan
Memasuki Hari Ke-10, Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 02 Februari 2026 lalu, Jajaran Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan upaya edukasi, sosialisasi, serta pengawasan di lapangan guna meningkatkan disiplin Masyarakat dalam berlalu lintas.
Berdasarkan data Penegakan Hukum (Gakkum) hingga Rabu (11/02/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.322 Kasus. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 56,7 Persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2025 yang mencapai 3.052 Kasus.
Penindakan melalui sistem Tilang Elektronik (ETLE) tercatat, sebanyak 252 Kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 52 Kasus. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun drastis menjadi 66 Kasus dari sebelumnya 905 Kasus. Teguran kepada Pelanggar juga menurun menjadi 969 Kasus dibandingkan 2.095 Kasus pada tahun lalu.
Selain itu, Petugas turut menindak 6 Kendaraan Pribadi yang digunakan sebagai Angkutan Umum (Travel) Tanpa Izin, serta 29 Kendaraan Over Dimension dan Over Loding (ODOL) yang berpotensi membahayakan keselamatan Pengguna Jalan.
Secara kumulatif sejak Hari Pertama sampai Hari ke-10, total penindakan tercatat sebanyak 10.667 Tindakan, dengan rincian ETLE 1.692 Kasus, non-ETLE 604 Kasus, teguran 8.265, penindakan travel ilegal 17 Kasus, serta ODOL sebanyak 89 Kasus.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara mengatakan, tren penurunan pelanggaran meningkatkan kesadaran Masyarakat selama operasi berlangsung.
“Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi, serta himbauan kepada Masyarakat. Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 56 Persen ini menjadi indikator positif, kesadaran tertib berlalu lintas meningkat,” katanya.
Ferry menambahkan, penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalulintas.
“Kami ajak para Pengguna Jalan untuk taat mematuhi aturan lalulintas, menggunakan Helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Keselamatan itu tanggung jawab kita bersama,” sebutnya.
Dari capaian tersebut, Operasi keselamatan Toba 2026 Hari ke-10 menunjukkan tren positif, seiring sinergi edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang terukur di Provinsi Sumatera Utara.
(Dharma)









