Gelombang Bencana Di Sumbar Korban Terus Bertambah Evakuasi Terhalang Putusnya Akses

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Padang

Hujan yang tak kunjung reda sejak beberapa hari terakhir menjelma menjadi rangkaian bencana hidrometeorologi yang menggulung Sumatera Barat. Banjir, longsor, hingga jebolnya bendungan menorehkan jejak kehancuran di sedikitnya 13 kabupaten/kota. Jumlah korban jiwa terus bertambah. Hingga Jumat pagi, 22 orang dinyatakan meninggal dan puluhan lainnya masih hilang.

Bacaan Lainnya

Dari udara, kawasan Gunung Nago tampak porak-poranda. Banjir bandang dini hari menerjang perkampungan setelah Bendungan Gunung Nago di Pauh jebol. Rumah-rumah hanyut, jembatan patah, dan puluhan warga berlarian menyelamatkan diri ke dataran tinggi. Pagi itu, bau tanah bercampur lumpur masih menyengat ketika tim SAR menapaki reruntuhan.

22 Korban Jiwa, Puluhan Hilang
Polda Sumatera Barat merilis data awal: 22 orang meninggal dunia. Namun angka itu hanya jeda sementara. Di lapangan, pencarian hari ini menemukan korban tambahan.

Di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, sembilan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
“Hingga pukul 10.00 WIB delapan korban dievakuasi, dan satu lagi ditemukan menjelang siang,” ujar Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Padang.

Di Pasaman Barat, 7 warga tertimbun longsor di Batang Tinggam, Nagari Sinuruik. Hanya satu orang yang berhasil selamat.
“Kejadiannya sekitar pukul empat pagi. Enam lainnya tetap tertimbun material longsor,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal.

13 Daerah Terdampak, Kerugian Sementara Capai Rp 6,53 Miliar
Laporan Humas Pemprov Sumbar hingga Kamis malam mencatat kerusakan yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Kerugian sementara mencapai Rp 6,53 miliar. Kabupaten Padang Pariaman menjadi yang terparah dengan kerugian Rp 4,89 miliar. Sebanyak 11 dari 17 kecamatan di daerah itu terendam.
Sedikitnya 10.575 warga terdampak dari 3.450 rumah.

Satu warga Lubuk Alung dinyatakan hilang setelah jembatan Koto Buruak ambruk ketika banjir menerjang sungai pada Kamis pagi.

Di Pesisir Selatan, dampak bencana lebih luas: 4.256 rumah rusak dan 21.280 jiwa terdampak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 147,6 miliar.

Evakuasi Terhambat, Akses ke Agam Putus Total
Bantuan logistik dari pemerintah pusat tiba dengan pesawat Hercules A-1339 TNI AU. Tenda, paket makanan, genset, perahu karet, dan perangkat komunikasi diturunkan di Padang. Namun pendistribusian ke daerah terdampak terhambat. Beberapa ruas jalan strategis ke Agam putus total, membuat wilayah itu terisolasi.

“Fokus kita adalah keselamatan warga. Koordinasi pusat–daerah harus bergerak cepat,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, usai menerima bantuan.

Tim SAR berharap bantuan dapat dikirim melalui jalur udara.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pusat. Mudah-mudahan helikopter bisa segera dropping logistik,” ujar Hendri, Kasi Operasi Kantor SAR Padang.

Ancaman Baru: Krisis Medis di Pengungsian
Di Malalak, ratusan warga bertahan di tenda-tenda darurat, sebagian dengan luka terbuka. Persediaan obat menipis. Kekurangan tim medis membuat kondisi pengungsi semakin rentan.

“Banyak yang luka-luka, dan kami mengkhawatirkan risiko infeksi,” kata Hendri.

Keluhan serupa datang dari PMI Agam.
“Pengungsi sudah banyak yang sakit. Kami kekurangan tenaga medis,” kata Sardan, Koordinator Tim PMI untuk pos Malalak. (Endang .S)

Pos terkait

banner 728x90