Erdiansyah Khawatir Dan Dilematis Dinormalisasi Karena Pendidikan Akan Kehilangan Makna Substansialnya

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Muba

Pada Hari Sabtu,Tanggal 20 Desember 2025. Cuwittan akun Facebook atas nama bapak Erdiansyah sebagai seorang guru menyampaikan kegelisahan dan keprihatinan yang semakin nyata di dunia pendidikan saat ini. Saya menulis ini tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan dan generasi bangsa.

Bacaan Lainnya

Dalam praktik pembelajaran di sekolah dan madrasah, kami para guru kerap menghadapi tekanan,
baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk memberikan nilai tinggi kepada peserta didik yang secara faktual belum menunjukkan kemampuan akademik, sikap belajar, maupun kepedulian terhadap proses pendidikan.
Tekanan ini umumnya berangkat dari kekhawatiran orang tua bahwa anak mereka tidak akan diterima di sekolah dan perguruan tinggi favorit atau sulit memperoleh pekerjaan di masa depan jika nilai rapotnya rendah.

Kondisi tersebut menempatkan guru pada posisi yang sangat dilematis. Di satu sisi, kami dituntut menjunjung tinggi profesionalisme, kejujuran, dan objektivitas dalam penilaian.
Namun di sisi lain, kami dihadapkan pada desakan untuk โ€œmengamankan nilaiโ€ demi kepentingan administratif dan masa depan siswa, meskipun kemampuan nyata siswa belum mencerminkan nilai tersebut.
Ironisnya, sebagian siswa justru menunjukkan rendahnya motivasi belajar, minim tanggung jawab,
serta kurangnya kepedulian terhadap proses pendidikan itu sendiri.

Apabila praktik ini terus dinormalisasi, kami khawatir pendidikan akan kehilangan makna substansialnya.
Nilai tidak lagi menjadi cerminan kompetensi, karakter, dan usaha, melainkan sekadar angka formalitas.
Dampaknya bukan hanya merugikan guru secara moral dan profesional, tetapi juga merugikan bangsa karena menghasilkan lulusan yang tidak siap secara kompetensi maupun mental menghadapi tantangan nyata di perguruan tinggi dan dunia kerja.

Kami memohon perhatian dan kebijakan Bapak Presiden dan Seluruh pejabat yang berwenang untuk:

1. Menguatkan perlindungan profesional bagi guru agar dapat menilai secara objektif tanpa tekanan.

2. Menegaskan kembali bahwa pendidikan bukan sekadar angka, melainkan proses pembentukan karakter, kompetensi, dan tanggung jawab.

3. Mendorong sistem seleksi sekolah, perguruan tinggi dan dunia kerja yang lebih adil dan berbasis kemampuan nyata, bukan hanya nilai administratif.

4. Mengedukasi masyarakat dan orang tua agar memahami bahwa kejujuran dalam pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

Kami percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, pendidikan Indonesia dapat kembali pada nilai kejujuran, integritas, dan keadilan. Besar harapan kami agar suara guru di akar rumput dapat menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan nasional ke depan.

“Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian Bapak Presiden, kami ucapkan terima kasih,” Ujar Erdiansyah. (Enismiyana)

Pos terkait

banner 728x90