Kabarreskrim.net //PALEMBANG
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi mencanangkan Sumsel Health Tourism 2026 sebagai langkah awal pengembangan wisata kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pencanangan ini berlangsung di Halaman Griya Agung Palembang, Jumat (30/1/2026), dan dihadiri oleh Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH.
Bupati Muba hadir bersama sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kasat Pol PP Muba Erdian Syahri SSos MSi, Kepala Disdikbud Muba Yayan SE MM, Sekretaris Dispopar Muba Ferry Afandi ST MSi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Hj Zwesty Wisma Devi MH, Plt Kepala Dinas Kominfo Muba Daud Amri SH yang diwakili Pranata Humas Ahli Muda Slamet Rianto SE MSi, Kabag Umum Setda Muba Rina Dewi Kelana SE MSi, Plt Direktur RSUD Sekayu drg Dina Krisnawati, serta Direktur RSUD Bayung Lencir dr Diyanti Novitasari MARS.
Kegiatan ini secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru, didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang. Hadir pula unsur Forkopimda Sumsel, Bupati dan Walikota se-Sumatera Selatan, pimpinan BUMN dan BUMD, instansi vertikal, pelaku industri pariwisata dan perhotelan, biro perjalanan, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Sumsel Health Tourism 2026. Ia menyebut program ini merupakan bagian dari cita-cita yang telah dirintis sejak awal masa kepemimpinannya pada 2018, dengan bertumpu pada dua kekuatan utama Sumatera Selatan, yakni infrastruktur layanan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Herman Deru, kehadiran para kepala daerah dan pemangku kepentingan mencerminkan kesiapan bersama untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik. Ia menekankan pentingnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan di daerah sendiri, disertai transparansi informasi dan promosi yang berkelanjutan.
“Kita tidak hanya menampilkan alam dan kuliner sebagai daya tarik wisata, tetapi juga layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat maupun tamu yang datang ke Sumatera Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH disela kegiatan, menyambut baik pencanangan Sumsel Health Tourism 2026. Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata yang saling terhubung.
Menurut Toha Tohet, Musi Banyuasin memiliki potensi yang mendukung pengembangan wisata kesehatan, baik dari sisi fasilitas rumah sakit, tenaga medis, maupun keterkaitannya dengan sektor pendukung lainnya.
“Integrasi layanan kesehatan dengan pariwisata memberikan ruang bagi daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Toha.
Ia menambahkan, Pemkab Muba siap mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem health tourism melalui peningkatan kualitas layanan rumah sakit daerah dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Muba mempunyai tiga RSUD, untuk itu kita ingin masyarakat semakin yakin terhadap layanan kesehatan di daerah sendiri. Dengan kerja bersama dan sinergi berbagai pihak, Musi Banyuasin siap menjadi bagian dari pengembangan wisata kesehatan di Sumatera Selatan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Asisten I Setda Provinsi Sumsel DR Drs H Apriyadi MSi melaporkan bahwa pencanangan Sumsel Health Tourism 2026 merupakan bagian dari pelaksanaan visi RPJMD Sumsel 2025–2029, Sumsel Maju Terus untuk Semua.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing, memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal, serta mengembangkan sektor pariwisata unggulan daerah. Selain itu, program ini juga merespons tingginya kecenderungan masyarakat Indonesia yang memilih layanan kesehatan di luar negeri.
“Melalui integrasi layanan kesehatan dan pariwisata, Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi alternatif wisata kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan sebagai bentuk kesepakatan dalam mendukung implementasi Health Tourism di Sumatera Selatan.
(Enismiyana)








