Banjir Bandang Sumatera Barat 253 Orang Tewas Puluhan Jenazah Masih Tanpa Identitas

banner 728x90

Kabareskrim.net // Sumbar

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat masih berpacu dengan waktu untuk mengungkap identitas para korban banjir bandang yang menerjang sejumlah daerah di Sumatera Barat. Hingga Rabu pagi, 7 Januari 2026, jumlah korban meninggal yang berhasil dievakuasi mencapai 253 orang.

Bacaan Lainnya

Kepala Subbidang Kedokteran Kepolisian Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari, mengatakan sebagian besar korban telah teridentifikasi melalui pemeriksaan medis dan pencocokan data personal. “Sebanyak 222 jenazah sudah berhasil diidentifikasi. Rinciannya 110 laki-laki dan 112 perempuan,” kata Eka dalam keterangan tertulisnya.

Namun, pekerjaan tim forensik belum selesai. Masih terdapat 31 jenazah yang belum diketahui identitasnya. Dari jumlah itu, 14 berjenis kelamin laki-laki, 12 perempuan, serta lima temuan berupa potongan tubuh yang ditemukan terpisah di sejumlah lokasi terdampak banjir bandang.

Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Data Posko DVI mencatat 145 orang meninggal di daerah ini, dengan 133 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Sisanya masih menjalani proses pendalaman identitas.

Sementara itu, RS Bhayangkara Tingkat III Padang menangani 67 korban meninggal. Dari jumlah tersebut, 48 jenazah telah dikenali, sementara 19 lainnya—termasuk potongan tubuh—masih dalam pemeriksaan tim forensik.

Di beberapa daerah lain, proses identifikasi telah rampung sepenuhnya. Di Padang Panjang tercatat 17 korban, di Bukittinggi 14 korban, Pasaman Barat empat korban, serta lima korban di Kota Padang yang ditangani RS Rasidin. Seluruh korban di wilayah tersebut telah teridentifikasi.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang dilaporkan hilang masih cukup besar. Hingga laporan terbaru, sebanyak 82 orang belum ditemukan, terdiri dari 44 laki-laki dan 38 perempuan. Tim pencarian masih melanjutkan penyisiran di area-area yang diduga tertimbun material banjir.

Di tengah situasi duka, sebagian penyintas masih berjuang menjalani perawatan medis. Sebanyak 24 orang masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit: 21 orang di RSUD Agam, dua orang di RSUD Rasidin Padang, dan satu orang di RSUD Padang Panjang.

Polda Sumatera Barat mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko DVI terdekat. Keluarga diminta membawa data antemortem seperti catatan medis, foto terakhir korban, atau sampel DNA untuk mempercepat proses identifikasi.

Banjir bandang ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir, menyisakan pekerjaan panjang bagi tim penyelamat sekaligus duka mendalam bagi masyarakat setempat.

( EndangS)

Pos terkait

banner 728x90