Aksi Pembacokan Sekelompok Misterius Di Malam Tahun Baru 2026 Sebabkan 4 Warga Kota Sukabumi Terluka Parah

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Sukabumi

Aksi pembacokan misterius terjadi di malam pergantian tahun, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/1/2026). Empat korban dibawa ke IGD RSUD R Syamsudin SH (RSUD Bunut). Satu orang mengalami cidera parah dengan kondisi jari tengah nyaris putus.

Bacaan Lainnya

Humas RSUD R Syamsudin SH, Irfan Nugraha, menjelaskan bahwa para korban tiba di rumah sakit sekira pukul 00.30 WIB. Berdasarkan tingkat keparahannya, tim medis membagi penanganan korban ke dalam dua kategori.

Jadi betul memang ada empat korban pembacokan yang datang ke IGD kami sekitar pukul 00.30 WIB tanggal 1. Keempatnya ini ada dua kelompok kalau saya kelompokkan. Ada kelompok yang ringan artinya boleh pulang, dan ada beberapa kelompok yang lukanya cukup serius dan perlu perawatan lebih lanjut,” ujar Irfan, kepada media kabarreskrim.net Jumat (2/1/2026).

Dua korban dengan luka ringan yang mengenai area pipi, bahu kiri, serta punggung telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan darurat berupa penjahitan luka dan pemberian obat-obatan.

Sementara dua pasien lainnya yang harus menjalani perawatan intensif. Irfan merinci, satu korban mengalami luka di telapak tangan kanan dan lutut kanan. Adapun satu korban lainnya menderita luka yang paling memprihatinkan.

“Untuk yang dua lagi karena lukanya lebih serius, yang pertama lukanya itu di telapak tangan kanan dan lutut kanan. Itu sedang dirawat saat ini, kemudian yang satu lagi lukanya di jari tengah tangan kiri. Datang ke IGD sudah kondisi hampir putus, kemudian sekarang juga sedang dalam perawatan,” ungkap Irfan.

Terkait kekhawatiran mengenai hilangnya anggota tubuh korban, pihak rumah sakit belum memberikan keputusan final.

“Rencana amputasi belum bisa dipastikan, nanti akan dievaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis tulang, dokter ortopedi di ruang operasi. Nanti beliau yang akan menentukan apakah lukanya akan diamputasi atau tidak,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan para korban yang berusia antara 17 hingga 27 tahun, peristiwa tragis itu terjadi secara tiba-tiba.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit memastikan seluruh luka telah diberikan serum anti tetanus dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi.

Sementara itu, kasus pembacokan ini telah berada dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi teror tersebut.

Orang tua para korban, berharap dan memohon agar pihak kepolisian mampu mengungkap geng misterius tersebut. Dan dihukum dengan hukuman yang setimpal. (Risman maulana)

Pos terkait

banner 728x90