Kabarreskrim.net//Pelalawan
Aksi damai Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Kerumutan yang digelar 14 September 2026 lalu kini berbuntut panjang dan diduga berujung pembalasan korporasi.
Amri Kordum, Koordinator Lapangan aksi, mengaku menjadi korban dugaan diskriminasi ekonomi oleh manajemen PKS PT Karya Panen Terus (KPT) Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.(Kordum)
Tandan Buah Segar (TBS) miliknya yang diangkut untuk dijual ke PKS PT KPT ditolak dan dikembalikan tanpa alasan operasional yang jelas.
“TBS kelapa sawit yang kami bawa untuk dijual ke PKS PT Karya Panen Terus banyak yang dikembalikan dan ditolak. Kami merasa ditindas dan dizalimi secara ekonomi. Dugaan kami sangat kuat, penolakan TBS ini terjadi hanya karena saya ikut serta dan menyuarakan aspirasi warga dalam aksi bela Sungai Kerumutan,” ujar Amri Kordum kepada awak media, Minggu 4/10/2026.
BUAH DIPULANGKAN HINGGA 1 TON, POTONGAN NAIK DRASTIS
Amri mengungkapkan kejanggalan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika biasanya buah yang dikembalikan hanya 50 hingga 100 Kg dengan potongan normal 3,2 persen, kini buahnya dipulangkan hingga 600 Kg sampai 1 Ton per baket, dengan potongan naik menjadi 3,5 persen,(sortasi).
“Intinya karena ikut demo menyuarakan kebenaran soal limbah yang diduga dibuang ke aliran sungai kemarin, buah saya jadi banyak yang dipulangkan oleh PKS PT KPT. Anehnya, biasanya gak pernah banyak buah saya dibalikan sebanyak ini,” keluhnya.
Menurutnya, ini adalah bentuk pembalasan ekonomi agar ia jera dan warga lain takut bersuara.
DUGAAN PUNGLI: AMRI KANTONGI BUKTI TRANSFER KE MANDOR DAN SORTASI
Lebih mengejutkan lagi, Amri juga membongkar dugaan praktik pungutan liar yang selama ini harus ia lakukan agar buahnya tidak banyak dipulangkan.(pungli).
“Selama ini saya juga selalu mentransfer sejumlah uang ke pihak karyawan sortasi buah inisial URL dan MR supaya buah tidak banyak dipulangkan. Jika tidak diberikan uang, TBS akan banyak dipulangkan nantinya. Bukti transfer uang ada sama saya semua,” tegas Amri.
Ia mengaku memiliki bukti transfer yang siap ia buka jika pihak perusahaan membantah.
DESAKAN: PT KPT HARUS PROFESIONAL, JANGAN CAMPUR ADUKAN AKSI DENGAN BISNIS
Merasa terzalimi, Amri mendesak pihak manajemen PT Karya Panen Terus untuk bersikap profesional dan tidak mencampuradukkan persoalan pribadi dengan bisnis.
“Kami mendesak Pihak PT Karya Panen Terus harus profesional. Jangan mencampuradukkan permasalahan aksi kemarin dengan pembelian TBS warga. Aksi kemarin adalah untuk menyelamatkan Sungai Kerumutan, urat nadi kehidupan warga. Kalau buah petani lokal dicekik seperti ini, kami akan lapor ke Disbun dan Gubernur,” tutupnya.
PUBLIK MENANTI SIKAP BUPATI DAN DLH
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran yang dilakukan PKS PT KPT. Setelah diduga memiliki kolam limbah tidak kedap air dan tetap beroperasi usai penyegelan seremonial oleh DLH Pelalawan, kini muncul dugaan intimidasi terhadap petani yang kritis.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak manajemen PKS PT Karya Panen Terus (KPT) belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan diskriminasi dan dugaan pungli tersebut.
Azas praduga tidak bersalah tetap dijunjung tinggi. Semua informasi dalam pemberitaan ini masih bersifat dugaan sebelum ada kekuatan hukum tetap. Media ini masih berupaya melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan memberikan ruang hak jawab yang sama sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
Publik kini menanti, apakah Bupati Pelalawan dan DLH Pelalawan akan turun tangan melindungi petani lokal dari dugaan pembalasan korporasi.(Tim/AS)









